Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia mengalami tingkat stres akademik yang tinggi, yang disebabkan oleh tekanan ujian nasional, konflik sosial, dan harapan dari keluarga. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi belajar mereka. Meskipun Terapi Perilaku Dialektis (DBT) terbukti efektif, masih terdapat kekurangan dalam literatur mengenai intervensi yang sesuai dengan konteks budaya Indonesia, seperti nilai gotong royong dan ajaran Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan workbook mandiri yang relevan serta mengatasi keterbatasan akses konseling di daerah terpencil. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) ADDIE hingga tahap Development, dengan analisis kebutuhan melalui survei kuesioner pada 169 siswa, wawancara mendalam dengan 10 siswa dan 1 guru BK, serta observasi kelas. Adaptasi budaya diterapkan dalam empat modul DBT (mindfulness, toleransi stres, regulasi emosi, efektivitas interpersonal) dengan memasukkan elemen kekeluargaan dan spiritualitas Islam. Uji coba menunjukkan penurunan skor stres rata-rata sebesar 11,18% dan validasi ahli menunjukkan kelayakan 86,5%. Workbook ini diharapkan dapat menjadi alat pencegahan dini dalam program bimbingan konseling sekolah dengan potensi adopsi nasional.
Copyrights © 2025