Krisis lingkungan kontemporer menunjukkan bahwa persoalan ekologis tidak semata-mata bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan lemahnya internalisasi nilai moral dan keagamaan. Pendidikan agama di perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran etis dan tanggung jawab ekologis mahasiswa, khususnya melalui pembelajaran aqidah-akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi dalam mengikuti pembelajaran aqidah-akhlak berbasis kurikulum cinta serta kontribusinya terhadap pembentukan kepedulian lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan orientasi interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap sepuluh mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik berbantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran aqidah-akhlak dipahami mahasiswa sebagai pengalaman belajar yang bermakna dan reflektif. Aqidah dimaknai sebagai keyakinan hidup yang terinternalisasi melalui praktik ibadah, kesadaran moral, dan tanggung jawab sosial. Pendekatan pembelajaran yang humanis, empatik, dan kontekstual berperan penting dalam membantu mahasiswa mengaitkan nilai keimanan dengan sikap akhlak serta kepedulian terhadap lingkungan. Kepedulian lingkungan dipahami sebagai bagian dari amanah keimanan dan wujud rasa syukur atas ciptaan Allah, meskipun implementasinya berlangsung secara bertahap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran aqidah-akhlak berbasis kurikulum cinta memiliki potensi strategis dalam membentuk mahasiswa sebagai agen dakwah dan perubahan sosial yang berkarakter, reflektif, dan memiliki kesadaran ekologis.
Copyrights © 2025