Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan instrumen penilaian yang mampu mengukur hasil belajar IPAS secara komprehensif sesuai karakteristik materi yang bersifat terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kualitas instrumen tes model checkbox ditinjau dari aspek validitas, reliabilitas, dan kepraktisan. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 26 siswa pada uji coba terbatas dan 65 siswa pada uji coba diperluas, serta melibatkan tiga guru dalam penilaian kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas teoretis dengan skor rata-rata 3,7 (kategori sangat layak), validitas empiris yang meningkat setelah revisi hingga 30 dari 35 butir soal dinyatakan valid, reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,82, serta tingkat kepraktisan sebesar 97,8% (kategori sangat praktis). Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen tes model checkbox konsisten, mudah digunakan, dan efektif untuk penilaian pembelajaran IPAS. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan format multiple-response (checkbox) yang memungkinkan lebih dari satu jawaban benar dalam satu butir soal, sehingga memberikan penilaian yang lebih akurat dan diagnostik. Instrumen ini berkontribusi sebagai alternatif penilaian IPAS yang lebih komprehensif di sekolah dasar
Copyrights © 2025