Pembelajaran bagi siswa tunadaksa di sekolah luar biasa masih cenderung menitikberatkan pada aspek akademik, sementara penguatan kemandirian dan kesiapan hidup belum sepenuhnya terintegrasi dalam strategi pembelajaran yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi di SLB YPAC Surakarta serta kontribusinya terhadap pembentukan kemandirian siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang diteliti yaitu siswa dan guru kelas SLB YPAC Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui asesmen diagnostik, penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran, serta pengelompokan siswa berdasarkan kebutuhan, tingkat kemampuan, dan minat masing-masing peserta didik. Strategi ini diperkuat dengan integrasi program vokasional, kelompok literasi, dan kegiatan kerohanian yang berperan dalam mengembangkan keterampilan hidup, kepercayaan diri, dan kemandirian siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pembelajaran berdiferensiasi dengan program vokasional, literasi, dan kerohanian dalam konteks SLB tunadaksa, yang masih jarang dibahas dalam penelitian sebelumnya, serta memberikan kontribusi pada penguatan praktik pembelajaran yang menekankan aspek akademik dan non-akademik.
Copyrights © 2026