Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun kemampuan komunikasi dan literasi abad ke-21 sejak dini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penguasaan empat keterampilan berbahasa Inggris menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing), serta motivasi dan partisipasi siswa melalui pembelajaran interaktif berbasis permainan dengan media flashcard. Kesenjangan penelitian terletak pada minimnya penerapan game-based learning low-tech yang kontekstual, sementara studi sebelumnya lebih banyak mengandalkan teknologi tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dalam kegiatan pengabdian masyarakat selama dua bulan di SD Negeri 22 Kota Bengkulu, dengan observasi kelas, catatan lapangan, dan refleksi guru sebagai teknik pengumpulan data. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada keempat keterampilan berbahasa, terutama kemampuan menyimak instruksi, keberanian berbicara, pemahaman membaca, dan menulis kalimat sederhana secara kontekstual. Siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan mampu menggunakan kosakata baru dalam interaksi nyata, sementara guru menguatkan peran sebagai fasilitator pembelajaran. Temuan ini menegaskan efektivitas model low-tech game-based learning berbasis flashcard yang kolaboratif dan inovatif, memberikan alternatif pembelajaran menyenangkan dan bermakna yang dapat direplikasi di sekolah dasar dengan keterbatasan sarana digital, sekaligus memperkuat pengembangan keterampilan bahasa secara terpadu.
Copyrights © 2026