Integrasi kurikulum pesantren dan kurikulum nasional semakin berkembang setelah hadirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, namun praktik di sekolah formal berbasis pesantren masih menghadapi tantangan kesesuaian orientasi, muatan belajar, dan evaluasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis kompatibilitas kurikulum pesantren dan Kurikulum Merdeka di SMP YPP Nurul Huda Surabaya dengan menggunakan kerangka teori Ralph Tyler yang menilai keselarasan kurikulum pada aspek tujuan, materi, metode pembelajaran, dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompatibilitas materi tercapai melalui redistribusi alokasi waktu sehingga penguatan agama dapat berjalan berdampingan dengan capaian kompetensi nasional. Pada aspek metode, terdapat penerapan selektif: model tradisional pesantren untuk pelajaran agama dan metode student-centered untuk pelajaran umum, meskipun proses adaptasi guru masih berlangsung. Evaluasi pembelajaran menunjukkan kompatibilitas fungsional namun belum struktural karena capaian keagamaan belum terintegrasi dalam sistem penilaian formal pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kurikulum berada pada tahap compatibility in progress dan masih memerlukan harmonisasi evaluasi serta peningkatan kapasitas guru untuk mencapai integrasi kurikulum yang optimal.
Copyrights © 2025