Ekstrak kulit buah Balangkasua (Lepisanthes alata) berpotensi digunakan sebagai pewarna alami pengganti eosin 2% pada pemeriksaan telur cacing Ascaris lumbricoides. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol kulit buah Balangkasua dalam memberikan kontras warna dan kejelasan struktur mikroskopis telur cacing dibandingkan eosin 2%. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode quasi-eksperimental menggunakan sampel feses positif telur Ascaris lumbricoides. Simplisia kering kulit buah Balangkasua dimaserasi dengan etanol 96% dan diuji fitokimia untuk identifikasi antosianin. Preparat feses diwarnai dengan variasi konsentrasi ekstrak (20–100%) dan dibandingkan dengan kontrol eosin 2%. Parameter yang diamati meliputi kontras warna telur, kejelasan cangkang, detail morfologi internal, bentuk dan ukuran, serta kontras latar belakang. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak Balangkasua positif mengandung antosianin, namun kualitas pewarnaan pada semua konsentrasi masih lebih rendah dibandingkan eosin 2% (skor 1–3 vs. 4). Uji Kruskal–Wallis menunjukkan perbedaan signifikan pada seluruh parameter (p < 0,05). Kesimpulannya, meskipun ekstrak kulit buah Balangkasua memiliki potensi sebagai pewarna alami ramah lingkungan, efektivitasnya masih belum sebanding dengan eosin 2% sehingga perlu optimasi lebih lanjut.
Copyrights © 2025