Pendidikan Islam kontemporer dihadapkan pada tantangan serius dehumanisasi sebagai akibat dari orientasi pendidikan yang berlebihan pada aspek kognitif dan instrumental, sehingga menyebabkan erosi nilai-nilai afektif dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam humanis melalui implementasi kurikulum berbasis cinta (mahabbah) sebagai respon terhadap krisis moral dan spiritual dalam pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep kurikulum berbasis cinta dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang menjadikan nilai mahabbah sebagai landasan filosofis, etis, dan pedagogis, yang berakar pada nilai teologis Ar-Rahman dan Ar-Rahim. (2) Implementasi di MAN 1 Serang berlangsung secara sistematis melalui tiga tahap: perencanaan (integrasi nilai cinta dalam visi, misi, dan RPP), pelaksanaan (pembelajaran dialogis, empatik, dan reflektif), serta evaluasi dan pembudayaan (penilaian holistik yang menyentuh EQ/SQ dan penciptaan budaya sekolah yang humanis). (3) Faktor pendukung utama adalah komitmen kepemimpinan madrasah dan guru, sementara hambatannya mencakup pemahaman guru yang belum seragam dan orientasi kurikulum nasional yang masih dominan kognitif. (4) Kurikulum ini secara praksis merekonstruksi paradigma pendidikan Islam humanis dengan menggeser fokus dari transfer pengetahuan (transfer of knowledge) menjadi transformasi nilai (transfer of value) dan spiritualitas, yang terbukti efektif memperkuat dimensi afektif dan karakter peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar utopia, melainkan sebuah model praksis yang fungsional untuk mengembalikan esensi pendidikan Islam sebagai proses humanisasi dan spiritualisasi, serta menjadi solusi alternatif dalam menghadapi problem dehumanisasi pendidikan di era kontemporer.
Copyrights © 2025