Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ISLAM DAN BARAT: BENTURAN DAN KERJASAMA Anggrayani, Ani; Wasehudin; Rudjikartawi, Erdi; Gunawan, Agus; Itang
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1132

Abstract

Hubungan antara Islam dan Barat merupakan salah satu tema sentral dalam sejarah peradaban manusia yang senantiasa diwarnai oleh dinamika antara benturan dan kerjasama. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis relasi historis dan filosofis antara kedua peradaban tersebut, dengan fokus pada bagaimana filsafat pendidikan berperan sebagai arena utama pertemuan ide dan nilai. Melalui pendekatan kualitatif-filosofis berbasis studi literatur, penelitian ini menelusuri tiga fase penting dalam sejarah hubungan Islam dan Barat, yakni masa keemasan transfer ilmu pengetahuan, periode konfrontasi kolonial dan era kontemporer dialog antar-peradaban. Hasil kajian menunjukkan bahwa benturan utama antara kedua peradaban terletak pada aspek epistemologis dan aksiologis. Pendidikan barat modern dibangun di atas paradigma sekuler-rasionalistik yang memisahkan wahyu dari pengetahuan ilmiah, sedangkan pendidikan Islam berpijak pada prinsip tauhid yang menegaskan kesatuan ilmu dan nilai-nilai transendental. Meskipun demikian, terdapat titik temu yang potensial untuk kerjasama, antara lain melalui rasionalisme, humanisme universal, dan tanggung jawab etis global. Filsafat pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjembatani dialog ini melalui penerapan konsep tauhid sebagai dasar kesatuan ilmu dan kemanusiaan, prinsip wasathiyah (moderasi) untuk menolak ekstremisme, serta semangat ijtihad sebagai sarana kreatif menghadapi tantangan modernitas. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya mempertahankan identitas keilmuannya, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun perdamaian dan keadilan global.
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MAN 1 SERANG: REKONSTRUKSI PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM HUMANIS DALAM ISU-ISU KONTEMPORER Anggrayani, Ani; Qurtubi, Ahmad; Muhtarom, Ali; Itang
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities.
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i2.1227

Abstract

Pendidikan Islam kontemporer dihadapkan pada tantangan serius dehumanisasi sebagai akibat dari orientasi pendidikan yang berlebihan pada aspek kognitif dan instrumental, sehingga menyebabkan erosi nilai-nilai afektif dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merekonstruksi paradigma pendidikan Islam humanis melalui implementasi kurikulum berbasis cinta (mahabbah) sebagai respon terhadap krisis moral dan spiritual dalam pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serang. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep kurikulum berbasis cinta dipahami sebagai pendekatan pendidikan yang menjadikan nilai mahabbah sebagai landasan filosofis, etis, dan pedagogis, yang berakar pada nilai teologis Ar-Rahman dan Ar-Rahim. (2) Implementasi di MAN 1 Serang berlangsung secara sistematis melalui tiga tahap: perencanaan (integrasi nilai cinta dalam visi, misi, dan RPP), pelaksanaan (pembelajaran dialogis, empatik, dan reflektif), serta evaluasi dan pembudayaan (penilaian holistik yang menyentuh EQ/SQ dan penciptaan budaya sekolah yang humanis). (3) Faktor pendukung utama adalah komitmen kepemimpinan madrasah dan guru, sementara hambatannya mencakup pemahaman guru yang belum seragam dan orientasi kurikulum nasional yang masih dominan kognitif. (4) Kurikulum ini secara praksis merekonstruksi paradigma pendidikan Islam humanis dengan menggeser fokus dari transfer pengetahuan (transfer of knowledge) menjadi transformasi nilai (transfer of value) dan spiritualitas, yang terbukti efektif memperkuat dimensi afektif dan karakter peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar utopia, melainkan sebuah model praksis yang fungsional untuk mengembalikan esensi pendidikan Islam sebagai proses humanisasi dan spiritualisasi, serta menjadi solusi alternatif dalam menghadapi problem dehumanisasi pendidikan di era kontemporer.