Bandar Udara Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, memegangperan penting dalam mendukung konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.Untuk menjamin keselamatan penerbangan, kondisi landas pacu harus tetap terjaga.Namun, hasil pengamatan menunjukkan adanya kerusakan seperti retak kulit buaya,retakan memanjang dan melintang, serta bleeding pada permukaan. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei visual lapangan berdasarkanstandar ASTM D5340-20 dan metode Pavement Condition Index (PCI). Datadiperoleh dari identifikasi jenis serta luas kerusakan pada setiap segmen landas pacu,dilanjutkan dengan perhitungan nilai PCI melalui tahapan density, deduct value,total deduct value (TDV), dan corrected deduct value (CDV). Hasil menunjukkansebagian besar segmen berada dalam kondisi sangat baik (PCI > 85), namunbeberapa segmen seperti STA 0+050 s/d 0+100 (PCI = 55) dan STA 0+150 s/d0+200 (PCI = 49) memerlukan penanganan. Rekomendasi perbaikan adalahpatching dengan aspal beton (AC) setebal 5 cm. Estimasi biaya perbaikan sebesarRp83.494.796,27 termasuk PPN. Studi ini menekankan pentingnya pemeliharaanrutin dan sistematis untuk menjaga kualitas landas pacu.
Copyrights © 2025