Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BAJA GEDUNG KANTOR ADMINISTRASI BANDAR UDARA SUGIMANURU MUNA BARAT Widjajana, Dimas Prayoga; Purwayudhaningsari, Ranatika; Triyono, Agus
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 8 No. 1 (2024): SNITP 2024
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/snitp.v8i1.1948

Abstract

Gedung ini terletak di Kepulauan Muna, Sulawesi Tenggara, dan berfungsi mengurus administrasi bandara. Karena penambahan pegawai dan kerusakan plafond, gedung sering tergenang air. Penelitian ini bertujuan merencanakan ulang struktur baja gedung . Metode SRPMB digunakan, mengacu pada SNI 1726:2019 tentang gempa, SNI 1729:2020 tentang struktur baja, dan SNI 1727:2020 untuk pembebanan. Software SAP 2000 digunakan untuk mendesain struktur dan pembebanan, serta Autocad 2021 untuk penggambaran hasil. Profil balok menggunakan WF 200 x 100 x 5,5 x 8, profil kolom menggunakan H 350 x 350 x 12 x 19, rafter menggunakan WF 300 x 150 x 6,5 x 9, dan gording menggunakan C 150 x 75 x 20 x 4,5. Biaya pembangunan gedung senilai Rp 1.318.169.000,00.
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BAWAH TAHAN GEMPA PADA GEDUNG TERMINAL BARU DI BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI JAMBI Murtadho, Aditya Mursyed; Purwayudhaningsari, Ranatika; Fatimah, Siti
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 8 No. 1 (2024): SNITP 2024
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/snitp.v8i1.1959

Abstract

Perencanaan struktur bangunan bawah pada gedung terminal dikarenakan kapasitas gedung terminal lama yang sudah tidak lagi representatif juga menuntut pengembangan terminal baru. Selain itu, wilayah Kerinci merupakan daerah rawan bencana dengan kategori risiko tinggi, terutama gempa bumi, yang memiliki spektrum gempa sebesar 1,5-2,0 g berdasarkan perhitungan puskim maka dari itu, perencanaan pembangunan gedung terminal baru harus diperhitungkan dengan baik. Struktur bangunan bawah gedung terminal baru ini menggunakan pondasi dalam tiang pancang. Aplikasi program analisis struktur SAP2000 v.14 dengan memperhitungkan beban yang bekerja, antara lain beban hidup, beban mati, beban angin, dan beban gempa. Data gempa diambil dari data terbaru Puskim (Pusat Peneltian dan Pengembangan Pemukiman) dengan program bantu RSA binary pada titik koordinat pembangunan terminal, sehingga data yang dimasukkan lebih akurat. Hasil Perhitungan Struktur bangunan bawah tahan gempa gedung terminal baru di Bandara Udara Depati Parbo Kerinci sesua dengan SNI 1726:2019 menggunakan pondasi dalam tiang pancang dengan ukuran diameter tiang pancang 40cm dan kedalaman 12m.,menggunakan tulangan Pile Cap PC 1=D13-150 PC2=D13-150 dengan ukuran PC1=1mx1m dan Pc 2= 1,8mx1m,serta menggunakan tulangan Sloof yaiu 2P-10-150 dan ukuran sloof 20cmx40cm.Biaya yang dibutuhkan pada struktur bangunan bawah yaitu sebesar Rp. 2.566.477.190.11 (Dua Miliyar Lima Ratus Enam Puluh Enam Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Seratus Sembilah Puluh Sebelas Rupiah).
Risk and Cost Analysis Study Occupational Health and Safety (K3) On Passenger Terminal Building Works New Mentawai Airport Development Project Purwayudhaningsari, Ranatika; Oetomo, Wateno; Teki Tjendani, Hanie; Frengky Rumihin, Ony
Jurnal Ekonomi Teknologi dan Bisnis (JETBIS) Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v2i8.69

Abstract

To provide adequate and quality air transportation facilities and infrastructure by developing and maintaining a sustainable air transport infrastructure, it is ?required attention to occupational safety and health risk factors. These factors need to be analyzed in order to achieve zero accidents in the implementation process. This study aims to identify OHS risk factors, determine the highest OHS risk factors and then prepare a Construction Safety Plan (RKK) based on the highest OHS risk factors in The Terminal Building Construction Of The New Mentawai Airport Development Project, to determine the control of these risks. Interviews, and questionnaires as well as the results of previous studies, were collected to determine the risk factors for OSH. The Analytical Hierarchy Process method was applied to determine the highest risk factor which was carried out by compiling the AHP questionnaire and inputting it in the Expert Choice application. The Construction Safety Plan is prepared after the AHP analysis, in which the required OHS costs are also known. There are 4 aspects of risk factors: Workers Aspect, Management Aspect, Equipment Aspect, and the Environment Aspect with 24 risk factors. The risk factor for worker burnout, which is part of the worker aspect and is carried out in structural work, is the highest. Furthermore, the Construction Safety Plan (RKK) is prepared based on the Regulation of the Minister of Public Works of the Republic of Indonesia Number 10 of 2021 concerning Guidelines for Construction Safety Management Systems with an OHS cost of this construction IDR 698,250,000.00. This study emphasizes the importance of paying attention to risk factors, namely the burnout condition of workers, which is rarely considered in the implementation of construction work.
Rancang Bangun Aplikasi Checklist Inspeksi Rutin Gedung Terminal Menggunakan Smartphone Berbasis Android Di Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta Musadek, Ahmad; Purwayudhaningsari, Ranatika; Rahma, Fryda Frelia
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 7, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.integer.2022.v7i1.2528

Abstract

Gedung Terminal Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta adalah salah satu area penting yang dapat mempengaruhi pelayanan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Setelah perluasan pada tahun 2019, Gedung Terminal memiliki luas 33.351 m2 sehingga perlu dilakukan pengawasan atau inspeksi secara efektif dan memerlukan pelaporan checklist kerusakan dengan cepat untuk mengimbangi kebutuhan, kemajuan dan kecanggihan teknologi di era globalisasi. Kondisi eksisting di lapangan saat ini kegiatan checklist inspeksi rutin terminal menggunakan sistem pelaporan berbasis website yang dalam pengoperasiannya dinilai kurang praktis dan kurang fleksibel. Dalam pelaporan kerusakan dan progress tindak lanjut dari pelaporan kerusakan masih dilakukan secara manual. Untuk itu pembuatan aplikasi checklist inspeksi rutin gedung terminal berbasis android diharapkan dapat mempercepat pelaporan hasil inspeksi.Metode penelitian dalam rancang bangun aplikasi ini menggunakan metode prototype evolusioner. Metode prototype evolusioner dapat memberikan sistem atau pemrograman untuk menyajikan gambaran yang lengkap. Metode ini digunakan untuk mengurangi resiko seperti kemunculan error pada hal-hal yang terlewatkan dalam persyaratan.Aplikasi checklist inspeksi rutin gedung terminal memiliki 2 akun pengguna yaitu akun sebagai admin yang berfungsi untuk mengelola sekaligus bertanggung jawab atas kendali data dalam aplikasi dan akun sebagai user yang berfungsi memberikan laporan hasil checklist inspeksi rutin gedung terminal yang benar dan sesuai dengan kondisi lapangan sesungguhnya. Admin yaitu pihak SOC.TF (Unit Airport Facilities Manager). Sedangkan, user yaitu ACT (Airport Civil Technician). Hasil output aplikasi ini berupa file excel hasil inspeksi yang dapat dikelola kembali oleh admin.
ANALISIS PERKERASAN LENTUR METODE MANUAL DESAIN PEKERASAN JALAN 2024 PADA JALAN INSPEKSI SISI SELATAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA Aditya Herlambang, Bagaskara; Purwayudhaningsari, Ranatika; Suprapto, Yuyun
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan inspeksi sisi selatan Bandara Internasional Juanda belum memenuhi ketentuanteknis perkerasan, sehingga berisiko mengganggu keselamatan dan operasionalpenerbangan. Penelitian ini menggunakan Metode MDPJ 2024 untuk menentukanketebalan perkerasan berdasarkan analisis lalu lintas (CESAL) dan daya dukungtanah (CBR), divalidasi dengan SKEP/347/XII/1999. Hasil perencanaanmenunjukkan struktur perkerasan lentur setebal 0,5 m dengan komposisi AC-WC,lapis pondasi kelas A dan B (0.1 m dan 0.15) , serta lapis bawah sirtu (0.2 m), untukjalan sepanjang 1.450 m dan lebar 5 m. Estimasi biaya sebesar Rp3.180.000.000,00,mengacu pada AHSP dan harga satuan 2025.
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR BANGUNAN BAWAH GEDUNG CATU DAYA DENGAN PONDASI BORE PILE PADA BANDAR UDARA DEPATI PARBO KERINCI JAMBI Widianto, Bagus; Purwayudhaningsari, Ranatika; Triyono, Agus
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Catu Daya di Bandar Udara Depati Parbo, Kerinci, Jambi,direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang. Namun, denganmempertimbangkan kelebihan yang dimiliki oleh pondasi bore pile, sepertiminimnya getaran saat pelaksanaan dan kemampuan adaptasi terhadap kondisitanah lunak, dilakukan perencanaan ulang struktur bawah menggunakan sistempondasi dalam bore pile. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur bawahmenggunakan pondasi bore pile, serta menghitung biaya yang dibutuhkan untukpelaksanaannya.Proses perencanaan diawali dengan analisis pembebanan struktur atasmenggunakan perangkat lunak SAP2000 yang mengacu pada SNI 1727:2020tentang Standar Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung danStruktur Lain. Perhitungan kapasitas daya dukung bore pile dilakukan secarateoritis menggunakan metode Reese dan Wright (1977), serta melalui analisismenggunakan perangkat lunak LPile dan Group Pile untuk mengevaluasi perilakukelompok tiang terhadap variasi beban.Hasil analisis menunjukkan bahwa bore pile dengan diameter 30 cm dankedalaman 17,4 meter mampu menahan beban maksimum dari struktur denganfaktor keamanan yang memenuhi standar. Struktur pile cap direncanakan dalamdua tipe, yaitu PC-1 (0,70 m × 0,70 m) dan PC-2 (1,50 m × 0,70 m), sedangkansloof dirancang dengan dimensi 200 mm × 250 mm. Total biaya yang dibutuhkanuntuk pekerjaan struktur bawah adalah sebesar Rp 446.201.523,99 (Empat ratusempat puluh enam juta dua ratus satu ribu lima ratus dua puluh tiga rupiahsembilan puluh sembilan sen)
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN MAIN POWER HOUSE MENGGUNAKAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI Rahmat Tito Atmaja, Nur; Purwayudhaningsari, Ranatika; Winiasri, Linda
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Main Power House di Bandar Udara Internasional I Gusti NgurahRai, Bali, menjadi kebutuhan mendesak akibat meningkatnya konsumsi energilistrik seiring pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan intensitas penerbangan.Sebagai fasilitas vital, pemilihan material bangunan terutama dinding menjadifaktor penting dalam pengendalian biaya dan efisiensi waktu konstruksi. Materialseperti bata merah dan bata ringan memiliki karakteristik berbeda yangmemengaruhi kecepatan pemasangan, beban struktur, dan total biayapembangunan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studiperbandingan. Data diperoleh dari dokumen teknis proyek, dalam perhitungan RABberdasarkan PM 78 Tahun 2014, Bina Marga 2025 dan HSPK Bali Tahun 2025,dan analisis produktivitas tenaga kerja. Fokus kajian ini dibatasi pada pekerjaanpasangan dinding menggunakan bata merah dan bata ringan pada bangunan dualantai Main Power House di sisi selatan bandara. Aspek struktural dan sisteminstalasi tidak dibahas dalam penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bata ringan dapat menghematbiaya dan waktu pemasangan dinding pada perencanaan pembangunan Main PowerHouse di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali secara signifikan,dan juga diperoleh harga sebesar Rp.780.000.000.00 (Tujuh Ratus Delapan PuluhJuta Rupiah), sedangkan menggunakan material bata merah diperoleh harga sebesarRp.829.000.000.00 (Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), denganselisih harga sebesar Rp.49.000.000,00 (Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah). Darisegi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dinding pasangan batu batamerah dan plesteran adalah 328 hari, sedangkan waktu yang dibutuhkan untukmenyelesaikan pekerjaan dinding bata ringan dan plesteran adalah 279 hari denganselisih waktu pekerjaan adalah 49 hari.
ANALISIS KONDISI PERMUKAAN PERKERASAN LANDAS PACU MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEKS DI BANDAR UDARA NAMROLE MALUKU Amran Hamid, Resa; Triyono, Agus; Purwayudhaningsari, Ranatika
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Namrole di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, memegangperan penting dalam mendukung konektivitas masyarakat di wilayah kepulauan.Untuk menjamin keselamatan penerbangan, kondisi landas pacu harus tetap terjaga.Namun, hasil pengamatan menunjukkan adanya kerusakan seperti retak kulit buaya,retakan memanjang dan melintang, serta bleeding pada permukaan. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei visual lapangan berdasarkanstandar ASTM D5340-20 dan metode Pavement Condition Index (PCI). Datadiperoleh dari identifikasi jenis serta luas kerusakan pada setiap segmen landas pacu,dilanjutkan dengan perhitungan nilai PCI melalui tahapan density, deduct value,total deduct value (TDV), dan corrected deduct value (CDV). Hasil menunjukkansebagian besar segmen berada dalam kondisi sangat baik (PCI > 85), namunbeberapa segmen seperti STA 0+050 s/d 0+100 (PCI = 55) dan STA 0+150 s/d0+200 (PCI = 49) memerlukan penanganan. Rekomendasi perbaikan adalahpatching dengan aspal beton (AC) setebal 5 cm. Estimasi biaya perbaikan sebesarRp83.494.796,27 termasuk PPN. Studi ini menekankan pentingnya pemeliharaanrutin dan sistematis untuk menjaga kualitas landas pacu.
PENGOPTIMALAN KESELAMATAN KERJA PEGAWAI PADA PERAWATAN GEDUNG TERMINAL BANDAR UDARA SYAMSUDIN NOOR KALIMANTAN SELATAN Yulio Tri Kresnantara, Reynaldo; Purwayudhaningsari, Ranatika; Maharani Sukma, Meita
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial yang harusdiperhatikan dalam setiap aktivitas pekerjaan, terutama di lingkungan kerjadengan risiko tinggi seperti di area bandar udara. Salah satu lokasi dengan tingkatkerawanan tersebut adalah pada kegiatan perawatan gedung terminal di BandarUdara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Pekerjaan perawatan ini mencakupaktivitas di ketinggian, penggunaan peralatan berat, serta paparan terhadap risikolistrik, mekanik, dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan kerja serta merumuskan strategi yang tepatuntuk mengoptimalkan penerapan K3.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan instrumenberupa kuesioner Skala Likert yang disebarkan kepada 31 responden, yang terdiridari pekerja lapangan dan pengawas. Pengolahan data dilakukan menggunakanaplikasi SPSS versi 25, serta dilengkapi dengan analisis keselamatan kerja (JobSafety Analysis) yang mengacu pada dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi(RKK).Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhikeselamatan kerja meliputi ketersediaan dan kelayakan alat pelindung diri (APD),kedisiplinan dalam penggunaannya, serta efektivitas pengawasan. Penelitian inimenyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelatihan K3, penyediaan APD yangsesuai standar, serta penguatan sistem pengawasan dan evaluasi keselamatan kerjasangat diperlukan guna mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkanproduktivitas di lingkungan bandar udara.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEMBANGUNAN RUMAH DINAS TYPE 36 MENGGUNAKAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN DI BANDAR UDARA ATUNG BUNGSU KOTA PAGAR ALAM Purwayudhaningsari, Ranatika; Fatimah, Siti; Wynalba Jasdo, Daud
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Vol. 9 No. 1 (2025): SNITP 2025
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandar Udara Atung Bungsu (PXA/WIPY) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, belum memiliki rumah dinas meskipun berjarak ±30 km dari pusat kota, sehingga dibutuhkan pembangunan fasilitas hunian bagi pegawai. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi biaya dan waktu pembangunan 3 unit rumah dinas type 36 dengan dua jenis material dinding: bata merah dan bata ringan. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif-komparatif melalui analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, dan kurva S. Hasil menunjukkan biaya pembangunan menggunakan bata ringan sebesar Rp193.660.613, lebih hemat 3,91% dibandingkan bata merah sebesar Rp201.224.528. Kurva S menunjukkan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding dengan bata ringan lebih singkat dan bobot mingguan lebih tinggi. Dengan demikian, penggunaan bata ringan lebih efisien baik dari sisi biaya maupun durasi pembangunan.