Abstrak — Logistik balik (reverse logistics) baterai bekas Nickel Manganese Cobalt (NMC) sangat penting untuk keberlanjutan di Indonesia. PT XYZ menghadapi tantangan dalam menentukan titik pengumpulan yang optimal guna meminimalkan biaya transportasi. Studi ini mengembangkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan menggunakan data primer dan sekunder, berfokus pada wilayah Jawa Barat. Model ini mempertimbangkan volume permintaan, kapasitas dealer, dan jarak, dengan tujuan meminimalkan total biaya transportasi. Model diimplementasikan menggunakan Google Colab dengan pustaka PuLP, dan divalidasi melalui proses debugging serta analisis sensitivitas. Hasilnya menunjukkan bahwa 18 dealer optimal mampu menangani 23.772 permintaan secara efisien, mendukung logistik balik, dan menawarkan solusi yang dapat diperluas untuk pengelolaan limbah baterai yang berkelanjutan. Kata kunci— Reverse Logistics, Baterai NMC, MILP,CFLP, Pengembalian Baterai
Copyrights © 2025