Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelaborasi fenomena dinasti politik di Indonesia melalui prisma realisme politik Niccolò Machiavelli. Realisme Machiavellian yang berpijak pada antroposentrisme politik dengan corak pesimistik dan prinsip necessità (kebutuhan), secara radikal mendeklarasikan otonomi kekuasaan dari moralitas normatif, menjadikan mantenere lo stato (mempertahankan negara atau kekuasaan) sebagai imperatif tunggal politik. Dalam konteks dinasti politik, realisme ini memberikan kerangka eksplanatif terhadap manuver instrumental yang dilakukan oleh para aktor politik. Dinasti politik dipandang sebagai manifestasi penggabungan strategis antara virtù dalam hal kecakapan politis kekerabatan dalam mengakuisisi dan memanfaatkan modalitas politik dan fortuna dalam hal peluang struktural, seperti celah regulasi atau momentum elektoral untuk mengamankan suksesi kekuasaan. Metode penelitian yang diterapkan oleh peneliti adalah library research dan studi komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini memberikan argumentasi yang menunjukkan bahwa dinasti politik dapat dilegitimasi secara legal-formal dalam sistem demokrasi. Dengan demikian, secara etis dan filosofis mencerminkan keberlanjutan logika Machiavellian yang mengesampingkan kepentingan umum demi perpetuasi kekuasaan golongan. Kajian ini mendalami implikasi etika politik-hukum dan potensi degenerasi demokrasi akibat instrumentalitas kekuasaan.
Copyrights © 2025