Studi ini mengkaji identitas ekonomi Generasi Z melalui fenomena budaya kerja sampingan di kalangan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Kecemasan akademik muncul akibat meningkatnya jumlah mahasiswa yang terlibat dalam pekerjaan sampingan digital dan non-digital, yang tidak hanya bertujuan untuk menambah penghasilan tetapi juga membentuk citra diri, gaya hidup, dan orientasi ekonomi baru mereka. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana identitas ekonomi generasi muda dibangun di tengah tekanan akademik, kebutuhan finansial, dan peluang digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen kegiatan kerja sampingan mahasiswa. Temuan menunjukkan bahwa kerja sampingan menjadi media untuk membangun identitas ekonomi yang menekankan kemandirian dan fleksibilitas. Terdapat pergeseran nilai dari sekadar mencari uang tambahan menjadi menciptakan "merek pribadi", dan mahasiswa membangun identitas ganda sebagai mahasiswa sekaligus pekerja kreatif dalam ekosistem ekonomi digital.
Copyrights © 2025