Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap kinerja profitabilitas rumah sakit swasta emiten sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu CARE, MIKA, SILO, HEAL, dan SRAJ, selama periode 2018–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif, di mana rasio Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) dihitung dari laporan keuangan tahunan, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji beda nonparametrik Kruskal–Wallis untuk membandingkan tiga fase: pra, saat, dan pasca pandemi. Hasil statistik deskriptif menunjukkan tingkat profitabilitas rata-rata yang relatif rendah dengan variasi yang cukup besar dan adanya beberapa nilai negatif, yang mengindikasikan efektivitas penggunaan aset, pengembalian terhadap ekuitas, dan kemampuan menghasilkan laba bersih yang belum optimal serta tidak merata antar rumah sakit. Namun, hasil uji Kruskal–Wallis dengan p-value ROA 0,132, ROE 0,452, dan NPM 0,234 (α = 0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada profitabilitas antara periode pra, saat, dan pasca pandemi, sehingga seluruh hipotesis nol diterima. Temuan ini menyimpulkan bahwa sektor rumah sakit swasta emiten kesehatan relatif resisten terhadap guncangan pandemi COVID-19 dari sisi profitabilitas, meskipun masih diperlukan penguatan pengelolaan aset, struktur modal, serta strategi efisiensi biaya dan pengembangan pendapatan agar ketahanan keuangan ke depan semakin terjaga.
Copyrights © 2026