Shopee PayLater adalah metode pembayaran digital yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk membeli barang dan membayarnya di kemudian hari, baik dengan cicilan ataupun satu kali pembayaran di bulan berikutnya. Namun, peningkatan penggunaan Shopee PayLater juga menimbulkan potensi risiko keamanan digital. Berbagai ancaman cybercrime seperti pencurian data, penyalahgunaan identitas, dan serangan siber lainnya semakin mengancam keamanan dan privasi pengguna. Metode penelitian yang digunakan dalam analisis risiko cybercrime pada layanan Shopee PayLater dan implikasi terhadap keamanan data pengguna ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil analisis risiko cybercrime pada layanan Shopee PayLater mengungkap berbagai kerentanan dan ancaman serius yang mengancam keamanan data pengguna, sekaligus dampak nyata terhadap pengalaman dan kepercayaan konsumen. Cybercrime dalam bentuk penyalahgunaan kode OTP, peretasan akun, dan pencurian identitas menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai dalam ekosistem fintech ini. Selain aspek teknis, risiko tersebut berimplikasi serius terhadap privasi pengguna, termasuk kebocoran data dan penyalahgunaan informasi pribadi. Pengelolaan dan perlindungan data yang belum optimal memperbesar potensi kerugian dan menurunkan kepercayaan konsumen. Shopee PayLater sebagai layanan yang diawasi OJK telah berkomitmen untuk menjaga keamanan data, namun kasus kebocoran dan peretasan menunjukkan perlunya peningkatan terus-menerus dalam sistem keamanan siber
Copyrights © 2025