Penelitian ini mengkaji pengaruh model Game-Based Learning (GBL) berbasis Zep kuis terhadap kemampuan berpikir kritis murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya materi Undang-Undang Dasar 1945. Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting agar murid mampu menganalisis nilai-nilai konstitusi dan menanggapi persoalan sensitivitas secara rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan GBL berbantuan Zep Quiz memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis murid. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi eksperimental) melalui kelompok kontrol nonequivalent pretest-posttest. Populasi penelitian adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 3 Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah sampel 72 murid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis, serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji independen sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah pembelajaran. Namun, hasil uji t menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (sig. = 0,624 > 0,05). Namun demikian, hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 0,57. Dapat disimpulkan, model Game based learning (GBL) berbasis Zep Quiz mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis secara moderat, meskipun belum terbukti lebih unggul secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional
Copyrights © 2026