Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sinergi antara globalisasi dan digital leadership membentuk organisasi adaptif di era 5.0. Globalisasi memperluas jejaring lintas budaya dan menuntut pemimpin untuk memiliki literasi digital serta sensitivitas global dalam mengelola kompleksitas organisasi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan library research. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis tematik dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital leadership berperan tidak hanya sebagai penggerak teknologi, tetapi juga sebagai penguat budaya organisasi inklusif dan kolaboratif. Sinergi antara globalisasi dan digital leadership terbukti meningkatkan adaptabilitas, inovasi, serta ketahanan organisasi terhadap disrupsi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan digital yang berlandaskan nilai humanis dan sensitivitas global menjadi faktor kunci dalam membangun organisasi pembelajar yang berkelanjutan di era Society 5.0
Copyrights © 2026