Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kematangan emosional sebagai landasan psikologis dalam membentuk ketertiban santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengurus pesantren sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional santri berperan penting dalam membentuk perilaku tertib di lingkungan pesantren. Santri yang memiliki kemampuan pengendalian emosi, stabilitas perasaan, empati, dan tanggung jawab cenderung lebih patuh terhadap tata tertib pesantren. Pembinaan spiritual, keteladanan ustadz, dan lingkungan pesantren yang religius menjadi faktor pendukung utama dalam pembentukan kematangan emosional santri, sementara latar belakang keluarga, pengaruh teman sebaya, dan perbedaan kemampuan adaptasi menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kematangan emosional perlu diintegrasikan dalam sistem pembinaan pesantren untuk mewujudkan ketertiban santri yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026