Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM (BPI) DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DI MTS HIDAYATUL MUBTADIIN JATI AGUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Faturrahman, Faturrahman; Ferdiansyah, Firman; Hardi, Muhammad; Pujianti, Etika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.43969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program BPI dalam menanamkan nilai-nilai karakter di MTs Hidayatul Mubtadiin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program BPI terlaksana melalui kegiatan pembiasaan keagamaan, pendidikan akhlak, dan keteladanan dari guru dan lingkungan sekolah. Faktor pendukung keberhasilan program antara lain keterlibatan aktif guru, dukungan orang tua, dan budaya sekolah yang religius. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti ketidakkonsistenan peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program BPI efektif dalam membentuk karakter peserta didik, namun perlu adanya strategi tambahan untuk meningkatkan konsistensi penerapan karakter di luar lingkungan sekolah.
Kematangan Emosional sebagai Landasan Psikologis dalam Membentuk Ketertiban Santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ferdiansyah, Firman; Habibatul Imamah, Yuli; Mustafida
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.3959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kematangan emosional sebagai landasan psikologis dalam membentuk ketertiban santri di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan santri, ustadz, dan pengurus pesantren sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematangan emosional santri berperan penting dalam membentuk perilaku tertib di lingkungan pesantren. Santri yang memiliki kemampuan pengendalian emosi, stabilitas perasaan, empati, dan tanggung jawab cenderung lebih patuh terhadap tata tertib pesantren. Pembinaan spiritual, keteladanan ustadz, dan lingkungan pesantren yang religius menjadi faktor pendukung utama dalam pembentukan kematangan emosional santri, sementara latar belakang keluarga, pengaruh teman sebaya, dan perbedaan kemampuan adaptasi menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kematangan emosional perlu diintegrasikan dalam sistem pembinaan pesantren untuk mewujudkan ketertiban santri yang berkelanjutan.
Tinjauan Naratif Tentang Tantangan dan Peluang Kecerdasan Buatan Generatif Di Sekolah Dasar Wiguna, Dendi Septia; Ferdiansyah, Firman
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi: April
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i2.344

Abstract

Revolusi kecerdasan buatan generatif telah menimbulkan disrupsi nyata di berbagai sektor, namun diskursus tentang penerapannya di sekolah dasar (SD) masih terfragmentasi, padahal anak usia 6–12 tahun berada pada periode perkembangan kognitif yang rentan terhadap teknologi abstrak dan probabilistik. Artikel ini bertujuan untuk memetakan secara kritis peluang pedagogis, tantangan kognitif dan etis, serta arah kebijakan yang reflektif dalam integrasi AI generatif di SD. Penelitian ini menggunakan desain tinjauan naratif dengan pencarian literatur periode Januari–Maret 2026 melalui Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, yang dianalisis secara tematik kualitatif. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa AI generatif menawarkan peluang personalisasi pembelajaran mikro, scaffolding literasi dan numerasi, stimulasi kreativitas kolaboratif, serta dukungan administratif bagi guru. Namun, tantangan serius meliputi risiko atrofi kemampuan berpikir dasar, bahaya halusinasi terhadap pembentukan pengetahuan awal anak, ketidaksesuaian dengan tahap operasional konkret Piaget, bias algoritmik yang dapat tersosialisasi dini, pelanggaran privasi data anak, kesenjangan digital struktural, serta beban dan ketidaksiapan guru secara sistemik. Implikasi temuan menegaskan bahwa keberhasilan integrasi AI generatif di SD tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh ketajaman pertimbangan pedagogis dan perlindungan hak perkembangan anak. Diperlukan model integrasi bertahap berdasarkan usia dan konteks sekolah, serta redefinisi peran guru sebagai filter dan fasilitator kritis yang didukung pelatihan berkelanjutan, pengurangan beban administratif, dan kerangka kompetensi sistematis.