Talempong Unggan merupakan salah satu bentuk seni tradisional Minangkabau yang berasal dari Nagari Unggan, Kabupaten Sijunjung. Alat musik ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi sistem nadanya, pola permainannya, maupun tradisi yang melingkupinya. Talempong Unggan dimainkan dengan lima tangga nada khas dan tempo cepat yang menghasilkan alunan melodi dinamis dan penuh semangat. Uniknya, tradisi ini secara adat hanya dimainkan oleh kaum perempuan, yang berperan sebagai pelestari budaya turun-temurun. Beberapa melodi tradisional yang terkenal antara lain Tupai Bagaluik dan Kancang Dayuang, masing-masing memiliki karakteristik irama dan fungsi sosial tersendiri dalam masyarakat. Selain sebagai ekspresi seni, Talempong Unggan juga menyimpan nilai adat dan kepercayaan lokal, seperti larangan memainkannya saat masa padi mulai berbuah (padi tabik) karena diyakini dapat mempengaruhi hasil panen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi di Nagari Unggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Talempong Unggan tidak hanya menjadi warisan seni, tetapi juga bagian dari sistem nilai, filosofi hidup, dan kearifan lokal masyarakat Unggan yang terjalin erat dengan adat dan lingkungan. Seni tradisional ini tetap bertahan sebagai identitas budaya yang sarat makna di tengah masyarakat Minangkabau.
Copyrights © 2026