Implementasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Bojonegoro bertujuan untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan dan penerima insentif daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, survei, dan dokumentasi untuk menganalisis pelaksanaan program dan kendala yang dihadapi. Hasil menunjukkan bahwa program ini telah berjalan cukup efektif, dengan dukungan anggaran yang signifikan dari APBD, namun masih ada tantangan dalam komunikasi, pengelolaan sumber daya, dan administrasi. Aspek komunikasi yang inklusif dan terstruktur belum sepenuhnya mengejar partisipasi masyarakat, terutama dalam pelaporan kematian peserta. Pengelolaan data peserta masih bergantung pada metode manual, yang berpotensi menimbulkan inefisiensi. Meskipun disposisi pelaksana di BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro menunjukkan motivasi tinggi dan komitmen terhadap perlindungan sosial, ketergantungan pada prosedur birokrasi yang kompleks menghambat akses bagi pekerja rendah literasi. Untuk meningkatkan efektivitas, diperlukan penguatan kapasitas aparat desa, integrasi dan digitalisasi data, serta penyederhanaan prosedur administrasi.
Copyrights © 2026