Artikel ini menganalisis krisis moral yang dihadapi oleh raja-raja dalam Kitab 2 Tawarikh serta implikasinya terhadap etika kepemimpinan dan pemerintahan kontemporer. Dengan menggali pelajaran dari sejarah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pemimpin modern dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun pemerintahan yang lebih etis dan bertanggung jawab. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hermeneutik dan kajian literatur, dengan fokus pada teks-teks skriptural dan konteks sejarahnya. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan moral sering kali berasal dari ketidakcocokan antara cita-cita kepemimpinan dan pemerintahan yang praktis, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pemerintahan etis dengan menarik paralel antara teks kuno dan tantangan kepemimpinan saat ini.
Copyrights © 2026