Saragih, Etty Justiana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Krisis Moral Dalam 2 Tawarikh: Pelajaran Untuk Etika Kontemporer Dalam Kepemimpinan Dan Pemerintahan Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Deo, Yohanes De; Laksono, Joko Sapto Puji
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.115

Abstract

Artikel ini menganalisis krisis moral yang dihadapi oleh raja-raja dalam Kitab 2 Tawarikh serta implikasinya terhadap etika kepemimpinan dan pemerintahan kontemporer. Dengan menggali pelajaran dari sejarah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pemimpin modern dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun pemerintahan yang lebih etis dan bertanggung jawab. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hermeneutik dan kajian literatur, dengan fokus pada teks-teks skriptural dan konteks sejarahnya. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan moral sering kali berasal dari ketidakcocokan antara cita-cita kepemimpinan dan pemerintahan yang praktis, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pemerintahan etis dengan menarik paralel antara teks kuno dan tantangan kepemimpinan saat ini.
KITAB KELUARAN: EKOLOGI DAN KEBERLANJUTAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Tantero, Angely Nuh
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.516

Abstract

This research investigates the theological perspective of ecology and sustainability as reflected in the Book of Exodus, in response to urgent contemporary environmental crises such as climate change, biodiversity loss, and ecological degradation. The study aims to explore how principles of creation care embedded in Exodus—such as the Sabbath year and holistic respect for the land—can inform modern ecological ethics and sustainable practices. Using a qualitative methodology, the research combines biblical text analysis with case studies and statistical data to reveal the practical relevance of theological values in promoting ecological responsibility. The findings show that Exodus not only provides moral guidance but also offers applicable frameworks for sustainable agriculture, conservation, and community-based ecological initiatives. The novelty of this study lies in bridging ancient theological insights with modern sustainability practices, offering an integrative model that connects spirituality, ecological ethics, and practical sustainability.   Penelitian ini mengkaji perspektif teologis tentang ekologi dan keberlanjutan sebagaimana tercermin dalam Kitab Keluaran, sebagai respons terhadap krisis lingkungan kontemporer seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana prinsip pemeliharaan ciptaan yang terdapat dalam Keluaran seperti tahun Sabat dan penghormatan holistik terhadap tanah dapat menjadi dasar etika ekologis dan praktik keberlanjutan modern. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teks biblika yang dipadukan dengan studi kasus dan data statistik untuk menunjukkan relevansi praktis nilai teologis dalam mendorong tanggung jawab ekologis. Hasil penelitian menegaskan bahwa Kitab Keluaran tidak hanya memberi pedoman moral, tetapi juga menawarkan kerangka praktis untuk pertanian berkelanjutan, konservasi, dan inisiatif ekologis berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menjembatani wawasan teologis kuno dengan praktik keberlanjutan modern, sehingga menghadirkan model integratif yang menghubungkan spiritualitas, etika ekologi, dan keberlanjutan praktis.