Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TEOLOGI EKUMENIS SEBAGAI WUJUD KASIH KRISTUS DALAM KEHIDUPAN OIKUMENIS Riski, Riski; Sjahthi, Herman; Darmaka, Benediktus James Widya
RERUM: Journal of Biblical Practice Vol. 5 No. 2 (2025): RERUM: The Journal of Biblical Practice
Publisher : Moriah Theological Seminary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/rerum.v5i2.506

Abstract

Ecumenical theology is a reflection of faith that affirms Christ's love as the foundation of church unity and ecumenicallife. Christ's love is understood as a unifying force that transcends differences in denomination, doctrine, or tradition, so that diversity is no longer seen as a barrier but as a richness of faith that enriches the body of Christ. Within this framework, ecumenism is not an attempt to erase the church's identity, but rather an effort to affirm the core of the Gospel, which is centered on God's unifying love. Through literature reviews, theologians emphasize the importance of dialogue and collaboration based on openness and honesty. Ecumenical dialogue does not simply bring together differing perspectives, but rather serves as a means of mutually enriching our understanding of faith and broadening our perspectives on God's work. Christ's love serves as a bridge that transcends historical and cultural barriers, enabling the church to see diversity as part of God's plan. Ecumenical life is understood as a call to present God's inclusive, transformative, and practical love. Inclusive love embraces differences, transformative love brings change toward justice and peace, and practical love is embodied in shared service. Thus, ecumenical theology does not stop at discourse, but becomes a concrete practice of Christ's love, proclaiming God's peace to the world.  Teologi ekumenis merupakan refleksi iman yang menegaskan kasih Kristus sebagai dasar persatuan gereja dan kehidupan oikumenis. Kasih Kristus dipahami sebagai kekuatan pemersatu yang melampaui perbedaan denominasi, doktrin, maupun tradisi, sehingga keberagaman tidak lagi dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai kekayaan iman yang memperkaya tubuh Kristus. Dalam kerangka ini, ekumenisme bukanlah upaya menghapus identitas gereja, melainkan usaha untuk menegaskan inti Injil yang berpusat pada kasih Allah yang menyatukan. Melalui kajian literatur, para teolog menekankan pentingnya dialog dan kerja sama yang dilandasi keterbukaan dan kejujuran. Dialog oikumenis tidak sekadar mempertemukan pandangan yang berbeda, melainkan menjadi sarana saling memperkaya pemahaman iman dan memperluas perspektif tentang karya Allah. Kasih Kristus menjadi jembatan yang mampu menembus sekat historis maupun kultural, sehingga gereja dapat melihat keberagaman sebagai bagian dari rencana Allah. Kehidupan oikumenis dipahami sebagai panggilan untuk menghadirkan kasih Allah yang inklusif, transformatif, dan praksis. Kasih yang inklusif menerima perbedaan, kasih yang transformatif membawa perubahan menuju keadilan dan perdamaian, dan kasih yang praksis diwujudkan dalam pelayanan bersama. Dengan demikian, teologi ekumenis tidak berhenti pada wacana, melainkan menjadi praksis nyata kasih Kristus yang menyatakan damai sejahtera Allah bagi dunia.
Simbolisme Dan Makna Air Dalam Narasi Perjanjian Lama: Dari Penciptaan Hingga Pembebasan Darmaka, Benediktus James Widya; Sutopo, Yohanes Eddie; Purwanto, Philipus
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 2 No. 2 (2025): Juli : Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v2i2.103

Abstract

Air memiliki peran penting dalam banyak narasi di dalam Perjanjian Lama, berfungsi sebagai simbol yang kuat dari penciptaan, pemurnian, dan pembebasan. Penelitian ini mengkaji simbolisme air yang multifaset, menjelajahi implikasi spiritual, sosial, dan ekologisnya dari kisah penciptaan hingga pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Dengan menggunakan analisis kualitatif terhadap teks-teks alkitabiah dan interpretasi ilmiah yang relevan, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang lebih dalam dari air dalam narasi-narasi ini dan bagaimana makna tersebut beresonansi dengan isu-isu kontemporer terkait keberlanjutan dan pengelolaan sumber daya. Temuan menunjukkan bahwa simbolisme air melampaui konteks alkitabiah, menawarkan wawasan tentang tantangan modern terkait dengan kelangkaan air dan pengelolaan lingkungan.
Krisis Moral Dalam 2 Tawarikh: Pelajaran Untuk Etika Kontemporer Dalam Kepemimpinan Dan Pemerintahan Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Deo, Yohanes De; Laksono, Joko Sapto Puji
Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi Vol. 3 No. 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Silih Asuh : Teologi dan Misi
Publisher : LPPM - STT Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/silihasuh.v3i1.115

Abstract

Artikel ini menganalisis krisis moral yang dihadapi oleh raja-raja dalam Kitab 2 Tawarikh serta implikasinya terhadap etika kepemimpinan dan pemerintahan kontemporer. Dengan menggali pelajaran dari sejarah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana pemimpin modern dapat menghindari kesalahan yang sama dan membangun pemerintahan yang lebih etis dan bertanggung jawab. Metodologi yang digunakan meliputi analisis hermeneutik dan kajian literatur, dengan fokus pada teks-teks skriptural dan konteks sejarahnya. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan moral sering kali berasal dari ketidakcocokan antara cita-cita kepemimpinan dan pemerintahan yang praktis, menekankan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kepemimpinan. Studi ini memberikan kontribusi pada diskursus tentang pemerintahan etis dengan menarik paralel antara teks kuno dan tantangan kepemimpinan saat ini.
KITAB KELUARAN: EKOLOGI DAN KEBERLANJUTAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGIS Darmaka, Benediktus James Widya; Saragih, Etty Justiana; Tantero, Angely Nuh
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 1 (2025): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.1, Desember 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i1.516

Abstract

This research investigates the theological perspective of ecology and sustainability as reflected in the Book of Exodus, in response to urgent contemporary environmental crises such as climate change, biodiversity loss, and ecological degradation. The study aims to explore how principles of creation care embedded in Exodus—such as the Sabbath year and holistic respect for the land—can inform modern ecological ethics and sustainable practices. Using a qualitative methodology, the research combines biblical text analysis with case studies and statistical data to reveal the practical relevance of theological values in promoting ecological responsibility. The findings show that Exodus not only provides moral guidance but also offers applicable frameworks for sustainable agriculture, conservation, and community-based ecological initiatives. The novelty of this study lies in bridging ancient theological insights with modern sustainability practices, offering an integrative model that connects spirituality, ecological ethics, and practical sustainability.   Penelitian ini mengkaji perspektif teologis tentang ekologi dan keberlanjutan sebagaimana tercermin dalam Kitab Keluaran, sebagai respons terhadap krisis lingkungan kontemporer seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi bagaimana prinsip pemeliharaan ciptaan yang terdapat dalam Keluaran seperti tahun Sabat dan penghormatan holistik terhadap tanah dapat menjadi dasar etika ekologis dan praktik keberlanjutan modern. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teks biblika yang dipadukan dengan studi kasus dan data statistik untuk menunjukkan relevansi praktis nilai teologis dalam mendorong tanggung jawab ekologis. Hasil penelitian menegaskan bahwa Kitab Keluaran tidak hanya memberi pedoman moral, tetapi juga menawarkan kerangka praktis untuk pertanian berkelanjutan, konservasi, dan inisiatif ekologis berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya menjembatani wawasan teologis kuno dengan praktik keberlanjutan modern, sehingga menghadirkan model integratif yang menghubungkan spiritualitas, etika ekologi, dan keberlanjutan praktis.