Rendahnya kecakapan sosial-emosional anak dalam mematuhi peraturan kelas disebabkan karena metode pengajaran yang kurang menarik, monoton, satu arah, dan abstrak. Untuk mengatasi masalah ini, yaitu menggunakan model Cooperative Learning, metode bercerita, serta metode reward and punishment. Penelitian bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan anak, serta menganalisis perkembangan aspek sosial-emosional anak dalam konteks kepatuhan terhadap aturan kelas. Penelitian ini menggunakan jenis PTK sebanyak tiga kali pertemuan. Lokasi penelitian bertempat di TK Rahayu Banjarmasin, dengan subjek penelitian berupa 15 orang anak dari kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru dengan kategori sangat baik pada pertemuan ketiga. Aktivitas anak mencapai 100% pada pertemuan ketiga. Perkembangan sosial-emosional anak mencapai 100% pada pertemuan ketiga. Penggunaan kombinasi metode reward and punishment, bercerita, dan model Cooperative Learning terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas guru, partisipasi anak, dan perkembangan sosial-emosional peserta didik. Disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif metode pengajaran untuk mengembangkan kecakapan sosial-emosional anak.
Copyrights © 2025