Latar Belakang: Pelepasan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada uterus bikorporeal merupakan tantangan klinis akibat kompleksitas anatomi uterus. Kondisi patologis seperti adhesi AKDR dapat meningkatkan risiko kegagalan pelepasan secara konvensional. Tujuan: Untuk melaporkan peran histeroskopi sebagai modalitas diagnostik dan terapeutik dalam penatalaksanaan adhesi alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada pasien dengan uterus bikorporeal setelah kegagalan pelepasan secara konvensional.Metode: Seorang perempuan 33 tahun, multipara P2A0 dengan uterus bikorporeal, dirujuk ke Poliklinik Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dengan dugaan adhesi AKDR setelah satu tahun pemasangan. Pasien mengeluhkan nyeri perut di luar siklus menstruasi disertai keputihan. Ultrasonografi transvaginal menunjukkan uterus bikorporeal dengan dua AKDR intrauterin.Hasil dan Pembahasan: Histeroskopi memungkinkan visualisasi langsung kavum uteri, konfirmasi adhesi AKDR, serta tindakan terapeutik secara simultan, sehingga menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan keberhasilan pelepasan.Kesimpulan: Histeroskopi merupakan modalitas minimal invasif yang efektif, aman, dan cost-effective dalam penatalaksanaan kegagalan pelepasan AKDR, terutama pada pasien dengan kelainan kongenital uterus.
Copyrights © 2025