Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat paparan bahaya di lingkungan kerja, salah satunya pada sektor informal seperti bengkel las. Pekerja las memiliki risiko tinggi terhadap kelelahan mata akibat paparan intensitas cahaya dan radiasi saat proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kacamata las dengan kejadian kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja las pada sembilan bengkel di wilayah tersebut, yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) yang telah dimodifikasi, dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan kacamata las dan tingkat kelelahan mata (p < 0,05). Faktor lain seperti usia, masa kerja, dan lama paparan juga ditemukan memiliki kontribusi terhadap kejadian kelelahan mata. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri, khususnya kacamata las, sebagai upaya preventif terhadap risiko gangguan penglihatan pada pekerja las. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip K3 di sektor informal.
Copyrights © 2025