Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Studi Literatur: Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan: Literatur Study: The Influence of Work Motivation on Employee Performance in the Company Salianto; Dea Purnama Sari; Baldatun Thoibah; Ayenti, Erika; Mutiara Sofi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 7: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i7.5534

Abstract

Motivasi kerja merupakan dorongan atau semangat yang menggerakan seseorang untuk melakukan pekerjaan dengan segala upaya dan bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. motivasi kerja juga merupakan sekumpulan kekuatan atau energi baik dari dalam maupun dari luar pekerjaan, dimulai dari usaha yang berkaitan dengan pekerjaan, intensitas, dan ketekunannya. Motivasi kerja karyawan itu dapat berupa individu, seperti kebutuhan, sikap, dan kemampuan, tetapi yang besifat organisasi, seperti pembayaran gaji, pengawasan, pujian, dan pekerjaan itu sendiri. Motivasi sangat penting untuk mendorong karyawan mengembangkan kemampuannya dalam bekerja sesuai uraian tugasnya. Kinerja karyawan dianggap dapat mempengaruhi karena mengukur seberapa banyak karyawan memberikan hasil kerja yang positif kepada perusahaan. Metode yang digunakan dalam literatur riview yaitu metode narativ yaitu pengumpulan jurnal yang dilakukan dengan mencari sumber literatur berdasarkan kriteria yang ditentukan. Kriteria inklusi yang diambil antara lain: jurnal yang diterbitkan dalam 7 tahun terakhir yang terindeks Google Scholar. Berdasarkan hasil penelitian artikel ini didapatkan jika interaksi antara motivasi kerja dan kepuasan kerja semakin tinggi, maka kinerja karyawan akan ikut serta semakin meningkat.
The Role of the Penderes Foreman on Work Productivity at PT. Bridgestone Ramadani, Khairunisa; Salianto; Hasanah , Nurul; Saragih , Tarisa Nazlita; Anggraini , Yunita
Jurnal Pendidikan Rafflesia Vol. 1 No. 2 (2023): Juni
Publisher : CV. Generasi Insan Rafflesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jpr.v1i2.48

Abstract

In an organization, a leader who has the soul of a leader is needed in the success of achieving the expected goals in an organization. The foreman has the job of leading and supervising the work carried out by workers. This study was conducted to determine the role of the crane foreman on work productivity at PT. Bridgestone. The type of research conducted was a qualitative research design. Data collection techniques used interviews between researchers and informants/source persons from related parties. Based on the results of the research, it was found that the crane foreman's work can be said to be all related to the crane, both safety and health, attitude and behavior, work environment and the output produced by the crane. The conclusion obtained is that the work of the tapper is the responsibility of the foreman. Usually the foreman provides motivation, safety briefing, good communication, supervision, evaluation, and can solve problems.
Implementasi Program Kesehatan dan Ekoteologi KKN FKM UINSU 07 di Desa Petatal Salianto; Wahyudi; Putra, Ajib Atha Syah; Tarigan , David Brando Pratama; Wahyuni, Dewi Sri; Putri, Yuana Wangsa
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v9i2.2580

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Fakultas Kesehatan Masyarakat, UINSU, di Desa Petatal, mengintegrasikan promosi kesehatan dengan prinsip ekoteologi Islam. Tujuannya adalah mengatasi masalah kesehatan dasar seperti rendahnya kesadaran lingkungan dan kebiasaan merokok. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif, dengan program utama berupa penanaman pucuk merah dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), didukung oleh penyuluhan PHBS, skrining kesehatan, dan edukasi bahaya judi online serta narkoba. Hasilnya, program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Luaran yang dihasilkan mencakup peningkatan kemandirian kesehatan keluarga dan kesadaran ekologis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menumbuhkan pemahaman bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual, sesuai dengan target yang ditetapkan.
PENGETAHUAN PEKERJA KONSTRUKSI TENTANG KEBIJAKAN DAN PRAKTIK UNTUK MENCEGAH DAN MENGELOLA STRES KERJA DI PT.BERKAH BERSAMA PROPERTY BINJAI Muhajirina, Dinda; Latifah Salsabila, Annisa; Oktavianty Windari, Oppy; Salianto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29595

Abstract

Pengetahuan para pekerja konstruksi tentang kebijakan dan praktik untuk mencegah serta mengelola stres merupakan faktor kunci dalam menjaga kesejahteraan di tempat kerja. Kondisi kerja yang menegangkan dan tekanan waktu dapat menyebabkan stres yang merugikan kesehatan fisik, mental, serta produktivitas. Penelitian bertujuan untuk melihat bagaimana pengetahuan para pekerja konstruksi mengenai kebijakan praktik untuk mencegah dan mengelola stress kerja di PT. Berkah Bersama Property Binjai. Metode penulisan yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan penelitian dan penyuluhan, digunakan kuasi eksperimen dengan pre-test dan post-test. Peneliti mendapatkan hasil bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang kebijakan yang mengatur waktu kerja untuk mencegah kelelahan mental di kalangan pekerja konstruksi yang awalnya 53% menjadi 86%, pengetahuan para pekerja tentang tanda-tanda kelelahan mental pada pekerja kontruksi yang awalnya 53% enjadi 93%, pengetahuan para pekerja tentang pemahaman dan pengelolaan konflik antar rekan kerja yang awalnya 46% menjadi 86%, pengetahuan para pekerja tentang mekanisme pengaduan atau saran untuk tekanan psikologis yang awalnya 46% menjadi 100%, dan pengetahuan para pekerja tentang kebijakan yang mendukung pekerja dalam memanajemen stres yang awalnya 46% menjadi 93%. Rekomendasi untuk perusahaan yaitu peningkatan komunikasi dan pelatihan terkait kesehatan mental, serta implementasi kebijakan yang lebih inklusif untuk mendukung kesejahteraan pekerja konstruksi.
Pengaruh Shift Kerja Terhadap Stres Kerja Pada Perawat  Rumah Sakit Islam Malahayati Kecamatan Medan Petisah Fauzan Asyqarullah Ginting; Salianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i2.1347

Abstract

Shift kerja merupakan sistem penjadwalan yang penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan rumah sakit selama 24 jam, namun berpotensi menimbulkan stres kerja pada perawat. Berdasarkan wawancara dengan lima perawat yang bertugas secara bergiliran di ketiga shift tersebut, empat di antaranya mengaku mengalami gangguan awal yang mengarah pada gejala stres psikologis. Gejala tersebut meliputi lekas marah, mudah bosan, sulit berkonsentrasi, serta keluhan fisik seperti sakit kepala dan kelelahan yang lebih sering muncul setelah menjalani shift malam. Shift malam khususnya dianggap paling membebani karena mengganggu ritme sirkadian, waktu istirahat, dan kualitas tidur, serta menurunkan energi dan semangat kerja keesokan harinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh shift kerja terhadap tingkat stres kerja perawat di Rumah Sakit Islam Malahayati Medan. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 67 perawat diperoleh melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang menilai aspek stres fisiologis, psikologis, dan perilaku, kemudian dianalisis dengan uji ANOVA satu arah serta dilanjutkan Post Hoc LSD dan Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat stres kerja berdasarkan shift kerja (p = 0,015). Berbeda dengan anggapan umum yang menempatkan shift malam sebagai penyebab stres tertinggi, penelitian ini menemukan bahwa shift pagi dan siang justru memiliki rata-rata skor stres lebih tinggi dibandingkan shift malam. Distribusi tingkat stres menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori sedang (47,76%), diikuti stres berat (37,31%), dan stres ringan (14,93%). Kesimpulannya, shift kerja terbukti berpengaruh terhadap stres kerja perawat, namun tidak selalu shift malam yang menimbulkan tekanan tertinggi. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya perhatian manajemen rumah sakit dalam mengatur jadwal kerja agar beban kerja perawat lebih seimbang, sehingga kesejahteraan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan tetap terjaga.
Hubungan Penggunaan Kacamata Las Dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bengkel Las Di Desa Tanjung Anom: The Relationship Between the Use of Welding Goggles and Eye Fatigue in Welding Workshop Workers in Tanjung Anom Village Haogowolo'o Gea; Salianto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9382

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan akibat paparan bahaya di lingkungan kerja, salah satunya pada sektor informal seperti bengkel las. Pekerja las memiliki risiko tinggi terhadap kelelahan mata akibat paparan intensitas cahaya dan radiasi saat proses pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kacamata las dengan kejadian kelelahan mata pada pekerja bengkel las di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja las pada sembilan bengkel di wilayah tersebut, yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) yang telah dimodifikasi, dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan kacamata las dan tingkat kelelahan mata (p < 0,05). Faktor lain seperti usia, masa kerja, dan lama paparan juga ditemukan memiliki kontribusi terhadap kejadian kelelahan mata. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan alat pelindung diri, khususnya kacamata las, sebagai upaya preventif terhadap risiko gangguan penglihatan pada pekerja las. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran dan penerapan prinsip K3 di sektor informal.