Jurnal Kolaboratif Sains
(Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025

Literatur Review: Peran Berbagai Biomarker dalam Diagnosis Osteoporosis: Literature Review: The Role of Various Biomarkers in the Diagnosis of Osteoporosis

Angelina Tessya Moningka (Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)
Nasywa Khairiyah Bahsoan (Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)
Raisyah Davina Ramadhani Latief (Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)
Sania Wahyuniar Baderan (Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)
Yecika Raupu (Program Studi Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)
Yuniarty Antu (Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Gorontalo)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2025

Abstract

Osteoporosis adalah penyakit tulang metabolik kronis yang ditandai dengan gangguan kepadatan mineral tulang dan gangguan mikroarsitektur tulang. Pengukuran Bone Mineral Density (BMD) menggunakan Dual-energy X-ray Absorptiometry (DXA) telah menjadi Gold Standard untuk diagnosis osteoporosis karena memberikan informasi yang akurat tentang kepadatan tulang. Di sisi lain, pemeriksaan DXA tidak dapat menilai perubahan metabolisme tulang yang bersifat dinamis. Sejumlah besar penelitian telah menunjukkan bahwa Bone Turnover Markers (BTMs) seperti P1NP, ?-CTX, dan osteocalcin memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai BMD yang diukur dengan DXA. Biomarker ini dapat digunakan sebagai dasar untuk diagnosis osteoporosis dan pemantauan pengobatan karena dapat memberikan informasi secara real time tentang proses bone remodelling dan penyerapan mineral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami peran biomarker dalam mengintegrasikan pengujian DXA sebagai alat untuk diagnosis osteoporosis dan pemantauan pengobatan. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan desain narrative review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi yang lebih komprehensif dapat dicapai dengan menggabungkan DXA dengan biomarker tulang lainnya. DXA menilai aspek struktural tulang, sedangkan biomarker tulang dapat mencerminkan proses metabolisme tulang yang sedang berlangsung. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan akurasi diagnostik, mempercepat evaluasi pengobatan, dan membantu dokter dalam memperkirakan efikasi pengobatan osteoporosis secara akurat.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JKS

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Health Professions Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Other

Description

Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan ...