Kinerja BUMD air minum di Nusa Tenggara Timur masih menghadapi tantangan terkait efisiensi operasional dan pengendalian kehilangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio operasi, efektivitas pengumpulan, efisiensi produksi, kehilangan air, dan solvabilitas terhadap kinerja perusahaan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan analisis regresi linier berdasarkan data sekunder dari buku kinerja tahunan BUMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama seluruh variabel berpengaruh terhadap kinerja BUMD, namun secara individu hanya efektivitas efisiensi produksi, dan kehilangan udara yang memberikan dampak signifikan. Rasio operasi dan solvabilitas tidak menunjukkan pengaruh yang nyata, kemungkinan karena struktur biaya yang cenderung tetap dan karakter aset yang tidak likuid. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan sistem pengumpulan, peningkatan efisiensi produksi, dan pengendalian kehilangan udara, serta pengelolaan biaya dan utang secara terukur untuk menjaga operasionalisasi penghentian. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi manajemen BUMD dan pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026