Artikel ini mengkaji peranan manuskrip Melayu dalam pembentukan filsafat ilmu Islam di Nusantara dengan menempatkan manuskrip sebagai sumber epistemik yang merekam cara pandang keilmuan Islam dalam konteks lokal. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa studi filsafat ilmu Islam selama ini masih didominasi oleh perspektif Timur Tengah sehingga kontribusi intelektual Islam Nusantara sering kali diposisikan sebagai periferal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manuskrip Melayu membangun pemahaman tentang hakikat ilmu sumber pengetahuan serta tujuan penggunaan ilmu dalam kehidupan individu dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis konseptual filosofis terhadap manuskrip Melayu Islam dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manuskrip Melayu merepresentasikan filsafat ilmu Islam yang bersifat integratif antara wahyu akal dan pengalaman batin serta berorientasi pada adab dan tanggung jawab moral. Dari sisi ontologi ilmu dipahami sebagai realitas bernilai yang bersumber dari Tuhan. Secara epistemologis pengetahuan diperoleh melalui keterpaduan rasionalitas dan spiritualitas. Dari sisi aksiologi ilmu diarahkan pada pembentukan insan beradab dan pemeliharaan keteraturan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa manuskrip Melayu memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan filsafat ilmu Islam Nusantara yang kontekstual dan relevan bagi diskursus keilmuan Islam kontemporer.
Copyrights © 2026