Osteoarthritis (OA) lutut merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi global yang terus meningkat. Jenis kelamin dan aktivitas fisik diketahui sebagai faktor risiko utama, namun interaksinya terhadap derajat keparahan penyakit masih perlu diperjelas. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan jenis kelamin dengan derajat keparahan OA lutut berdasarkan bukti terkini. Penelitian ini menggunakan metode literature review melalui pencarian sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih adalah studi observasional analitik yang dipublikasikan antara tahun 2015–2025 dengan fokus pada korelasi jenis kelamin, aktivitas fisik, dan derajat keparahan OA lutut. Sintesis literatur menunjukkan perempuan, khususnya fase pasca-menopause, memiliki prevalensi dan derajat keparahan Kellgren-Lawrence yang lebih tinggi serta persepsi nyeri yang lebih berat dibandingkan laki-laki akibat faktor hormonal. Aktivitas fisik memiliki peran ganda, intensitas moderat memberikan efek protektif dengan menurunkan risiko penyempitan celah sendi sebesar 34%, sedangkan aktivitas beban berat atau perilaku sedentari justru mempercepat degradasi sendi. Derajat keparahan OA lutut dipengaruhi secara signifikan oleh interaksi jenis kelamin dan pola aktivitas fisik. Manajemen klinis harus bersifat personal dengan mempertimbangkan aspek gender dan modifikasi aktivitas fisik yang terukur.
Copyrights © 2025