Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan beban penyakit yang tinggi. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien, ketepatan regimen obat, serta pencegahan resistensi obat, terutama di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengobatan tuberkulosis pada pasien TB di Puskesmas Dungingi tahun 2024, meliputi kepatuhan berobat, jenis obat yang digunakan, dan resistensi obat. Penelitian menggunakan desain observasional retrospektif dengan data sekunder rekam medis, melibatkan 84 pasien melalui total sampling. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia ?50 tahun (34,5%) dan berjenis kelamin laki-laki (53,6%). Hasil akhir pengobatan menunjukkan 61,9% pasien sembuh dan 21,4% menyelesaikan pengobatan, sedangkan 7,1% mengalami putus obat. Sebanyak 92,9% pasien menggunakan OAT Kategori 1 dan seluruh hasil Tes Cepat Molekuler menunjukkan sensitivitas terhadap rifampisin. Kesimpulannya, pengobatan TB di Puskesmas Dungingi tahun 2024 berjalan baik sesuai pedoman dan mendukung keberhasilan pengendalian TB.
Copyrights © 2025