Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang yang dialami oleh anak akibat gizi buruk, infeksi yang berulang, dan juga stimulasi psikososial yang tidak memadai. Seorang anak didefinisikan sebagai stunting apabila tinggi badan berdasarkan usia mereka lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan anak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di kecamatan Motoling Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden dengan 16 sampe case dan 80 sampel control. Data diambil menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan antara pemberian asi ekslusif dan tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting sedangkan untuk riwayat berat badan lahir rendah, riwayat penyakit infeksi ispa dan/atau diare dan status imunisasi tidak menunjukan hubungan dengan kejadian stunting secara statistik.
Copyrights © 2025