Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia olahraga, khususnya melalui pemanfaatan teknologi wearable sebagai alat pemantauan performa atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas latihan, kualitas pemulihan, dan beban latihan terhadap kinerja atletik dengan menggunakan data yang diperoleh dari wearable technology. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda terhadap 65 atlet Program Semarang Emas (PSE) dari berbagai cabang olahraga. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi intensitas latihan, kualitas pemulihan, dan beban latihan, sedangkan variabel dependen adalah kinerja atletik. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, ketiga variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja atletik. Nilai koefisien determinasi yang sangat rendah mengindikasikan bahwa kinerja atletik lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti, seperti kondisi mental, teknik bermain, nutrisi, dan strategi pelatihan. Meskipun demikian, teknologi wearable tetap memiliki peran penting sebagai sistem pendukung keputusan berbasis data dalam pengelolaan latihan atlet, khususnya untuk pemantauan kondisi fisiologis dan pencegahan risiko kelelahan serta cedera.
Copyrights © 2026