Balsem merupakan bentuk sediaan farmasi yang bermanfaat sebgai bahan pereda nyeri. Belimbing wuluh secara Konvesional dapat dimanfaatkan untuk mengatasi pembengkakan, karena mengandung terdapat kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin dan akaloid sebagai anti inflamasi. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk menghambat enzim pro-inflamasi, seperti siklooksigenase (COX) dan lipoksigenase (LOX). Tujuan penelitian ini adalah optimasi formulasi sediaan balsem ekstrak blimbing wuluh dengan konsentrasi ekstrak 2% dengan bahan tambahan seperti paraffin solidum (12 %), menthol (1 %), methil salisilat (10 %), vaselin album (ad 100%), dan champora sebagai variasi formulasi dengan konsentrasi F1=6% F2=7% F3=8%. Didapatkan hasil evaluasi fisik sediaan balsem ekstrak belimbing wuluh formula 2 (F2) memiliki nilai tertinggi pada hampir seluruh parameter fitokimia, yaitu flavonoid sebesar 58,1 ± 2,0 mg, tanin 28,3 ± 1,2 mg/g, saponin 3,83 ± 0,15%, serta alkaloid 2,08 ± 0,10 mg/g. Daya sebar F2 sebesar 7,58 ± 0,20 cm, daya lekat. Nilai pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, dan pH F2 yaitu 5,80 ± 0,06, menandakan bahwa F2 memiliki kandungan senyawa aktif paling optimal.
Copyrights © 2025