Latar Belakang: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan langkah penting dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan sekolah dasar. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SD GMIM Urongo tahun ajaran 2025/2026.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas IV–VI dan guru di SD GMIM Urongo yang berjumlah 38 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan delapan indikator PHBS sekolah: mencuci tangan, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban bersih, melakukan aktivitas fisik, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan dan tinggi badan, serta membuang sampah pada tempatnya. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mencuci tangan berada pada kategori baik (86,8%), penggunaan jamban cukup (81,6%), pemberantasan jentik nyamuk cukup (78,9%), dan membuang sampah cukup baik (92,1%). Namun indikator mengonsumsi jajanan sehat (76,3%), aktivitas fisik (97,4%), tidak merokok di sekolah (86,8%), dan menimbang serta mengukur tinggi badan (100%) masih tergolong kurang.Kesimpulan: Secara umum penerapan PHBS di SD GMIM Urongo masih belum optimal. Diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat edukasi, pengawasan, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa.
Copyrights © 2025