Persediaan barang dagang menjadi bagian yang krusial bagi sebuah usaha karena merupakan aset yang paling diperlukan untuk kegiatan operasional, sehingga diperlukan manajemen persediaan untuk mengelola dan mengklasifikasikan barang berdasarkan nilai persediaan. Skripsi ini menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif deskriptif dengan data kuantitatif yang bersumber dari Laporan Persediaan dan Laporan Penjualan, dengan tujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan tanaman hias menggunakan metode ABC (Always Better Control), Safety Stock, dan ROP (Reorder Point) di CV Green Floral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 jenis tanaman hias siap jual, 4 jenis termasuk dalam kelompok A (Always) dengan kontribusi investasi persediaan tertinggi sebesar 81,37%, kelompok B (Better) terdiri dari 19 jenis tanaman hias (34,01%) dengan kontribusi investasi sebesar 15,38%, dan kelompok C (Control) mencakup 33 jenis tanaman hias (59,07%) dengan kontribusi investasi terendah sebesar 3,25%. Untuk pengelolaan persediaan yang efektif, setiap jenis tanaman memerlukan safety stock, ROP, dan EOQ yang sesuai, dengan safety stock berkisar antara 3 hingga 10 unit, ROP antara 5 hingga 16 unit, dan EOQ antara 5 hingga 8 unit, sehingga manajemen persediaan dapat dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan tanaman sekaligus mengelola biaya secara efisien.
Copyrights © 2026