ABSTRAK Seks pranikah pada remaja masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi yang berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta masalah psikososial. Rendahnya pengetahuan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja. Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja terhadap seks pranikah di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Susut sebanyak 639 siswa, dengan sampel 246 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan seks pranikah yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 209 orang (85%), pengetahuan cukup sebanyak 33 orang (13,4%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 orang (1,6%). Mayoritas remaja di SMA Negeri 1 Susut memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang seks pranikah. Namun, penguatan edukasi kesehatan reproduksi tetap diperlukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pengetahuan agar dapat diterapkan dalam perilaku yang sehat dan bertanggung jawab. ABSTRACT Premarital sex among adolescents remains a reproductive health issue that increases the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and psychosocial problems. Inadequate knowledge is a key factor contributing to risky sexual behavior among adolescents. To describe adolescents’ level of knowledge regarding premarital sex at SMA Negeri 1 Susut. This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population consisted of 639 students, with 246 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a validated and reliable questionnaire on premarital sex knowledge. Data analysis was conducted using univariate analysis. The majority of respondents had a good level of knowledge (85%), followed by moderate knowledge (13.4%) and poor knowledge (1.6%). Most adolescents at SMA Negeri 1 Susut have a good understanding of premarital sex. Nevertheless, continuous and structured reproductive health education is necessary to sustain and enhance adolescents’ knowledge and promote responsible behavior.
Copyrights © 2026