Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisa Intan Saraswati, Ni Luh Gede; Sri Antari, Ni Luh Yoni; Suwartini, Ni Luh Gede
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.687 KB) | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.84

Abstract

Background : Chronic kidney disease (CKD) merupakan kegagalan dalam fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan. Hemodialisa adalah salah satu terapi untuk mempertahankan kehidupan penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa Alat dan bahan: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April 2018. Jumlah sample sebanyak 69 responden, sample diambil menggunakan teknik sampling non probality dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dukungan keluarga dan pengukuran perubahan berat badan intradialitik serta pengolahan data menggunakan uji rank spearman Results: Hasil uji statistic didapatkan ada hubungan yang bermkana antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan (p = 0,012, r = 0,299). Kesimpulan: Walaupun korelasi antara dukungan keluarga dan kepatuhan dalam pembatasan cairan namun penelitian ini menunjukkan responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik akan memiliki kecendrungan kepatuhan terhadap pembatasan cairan yang lebih baik
PENGEMBANGAN PAIN FLOWSHEET BERDASARKAN ELECTRONIC NURSING RECORD SYSTEM Saraswati, Ni luh Gede Intan
Journal of Borneo Holistic Health Vol 1, No 2 (2018): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.017 KB) | DOI: 10.35334/borticalth.v1i2.390

Abstract

Nyeri merupakan suatu respon tubuh terhadap suatu penyakit maupun suatu tindakan medis. Nyeri yang tidak terkontrol dapat menurunkan kualitas hidup dari pasien.  Dokumentasi nyeri merupakan salah bagian penting dalam keperawatan. Melalui dokumentasi dapat tercipta komunikasi yang baik antara tenaga kesehatan, sehingga tercipta pelayananan kesehatan optimal bagi pasien khususnya dalam masalah nyeri. Untuk mendapatkan dokumentasi yang akurat maka dikembangkanlah sebuah program pencatatan nyeri berbasiskan data elektronik. Program ini memiliki fitur yang terintegrasi dari pengkajian, diagnose keperawatan, intervensi keperawatan, dan pengkajian ulang.Kata Kunci : Nyeri, Dokumentasi elektronik, Pain Flowsheet Electronic Nursing Record
The Correlation of Self Management Behavior with Quality of Life in Patients with Primary Hypertension Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 1 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.508 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i1.839

Abstract

Hypertension is a cardiovascular disease that is a major concern because of the high morbidity and mortality rates. Uncontrolled hypertension will cause various complications will interfere quality of life the patient with hypertension. Quality of life in hypertensive patients is influenced by the severity and severity of complications experienced by the patient. Self management behavior as a disease management to support patients with chronic diseases, behavior modification is very useful to reduce or delay the adverse effects of hypertension. The purpose of this study was to determine the correlation between self-management behavior and quality of life in patients with primary hypertension at UPTD Puskesmas Manggis I Karangasem. This research is a descriptive quantitative correlational research with a cross sectional approach. The sample of this study was 79 respondents who were selected through simple random sampling technique, data analysis used Spearman Rank test. The results showed that 31 respondents (39.2%) had good self-management behavior and 34 respondents (43.1%) had good quality of life. The results of the Rank Spearman test, p value = 0.000 (≤0.05) showed a significant correlation between self-management behavior and quality of life in patients with primary hypertensive. The correlation coefficient value (r) 0.835 means a very strong correlation between self-management behavior and quality of life. Nurses are expected to be able to provide education about self-management behavior that they can improve the quality of life patients with hypertension.
Hubungan antara Interdialytic Weight Gain dengan Perubahan Tekanan Darah Intradialisis pada Pasien Chronic Kidney Diseases Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati Saraswati
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah Vol. 3 No. 1 (2020): Mei 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.423 KB) | DOI: 10.32584/jikmb.v3i1.320

Abstract

Pasien CKD (Chronic Kidney Diseases) yang menjalani hemodialisis sering mengalami komplikasi gangguan hemodinamik baik itu hipertensi maupun hipotensi intradialisis. Salah satu penyebab yang paling sering adalah peningkatan IDWG (Interdialytic Weight Gain). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara IDWG (Interdialytic Weight Gain)dengan perubahan tekanan darah intradialisis pada pasien CKD di Ruang Hemodialisis RSUP Sanglah Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Analisis statistik dengan menggunakan spearmans rank. Hasil penelitian didapatkan dari 80 responden sebagian besar mempunyai interdialytic weight gain dalam kategori ringan (73,8,0%) dan tekanan darah intradialisis dalam batas normal (65,0%). Hasil uji statistik menunjukkan p value 0,001 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara interdialytic weight gain dengan perubahan tekanan darah intradialisis pada pasien chronic kidney diseases di Ruang Hemodialisis RSUP Sanglah Denpasar. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa perawat diharapkan dapat meningkatkan pemberian edukasi secara berkala pada pasien hemodialisis reguler untuk meningkatkan kepatuhan pasien pada diet dan pembatasan intake cairan.Chronic Kidney Diseases (CKD) patients who undergo hemodialysis often experience complications of haemodynamic disorders, both hypertension and intradialisis hypotension. One of the most frequent causes of increasing is IDGW (Interdialytic Weight Gain). The purpose of this study was to determine the correlation between interdialytic weight gain and changes in intradialysis blood pressure among patients with chronic kidney diseases in Haemodialysis Roomat Sanglah Hospital Denpasar. The research method used is analytic correlation with cross sectional approach. The sample technique used was purposive sampling with a total sample of 80 respondents. Statistical analysis using spearmans rank statistic test. The results obtained from 80 respondents most mostly interdialytic weight gain in the mild category (73.8.0%) and intradialisis blood pressure within normal limits (65.0%). The result of statistic test shows that p value 0,001 (<0,05). The conclusion of this study is that any significant correlation between interdialytic weight gain with changes in intradialysis blood pressure among patients with CKD at Haemodialysis Room of Sanglah Hospital Denpasar. Suggestions for nurses to increase the provision of regular education in regular haemodialysis patients to improve patient’s adherence to diet and limit fluid intake.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pada Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisa Ni Luh Gede Intan Saraswati; Ni Luh Yoni Sri Antari; Ni Luh Gede Suwartini
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.84

Abstract

Background : Chronic kidney disease (CKD) merupakan kegagalan dalam fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme serta keseimbangan cairan. Hemodialisa adalah salah satu terapi untuk mempertahankan kehidupan penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa Alat dan bahan: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April 2018. Jumlah sample sebanyak 69 responden, sample diambil menggunakan teknik sampling non probality dengan consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dukungan keluarga dan pengukuran perubahan berat badan intradialitik serta pengolahan data menggunakan uji rank spearman Results: Hasil uji statistic didapatkan ada hubungan yang bermkana antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan (p = 0,012, r = 0,299). Kesimpulan: Walaupun korelasi antara dukungan keluarga dan kepatuhan dalam pembatasan cairan namun penelitian ini menunjukkan responden yang memiliki dukungan keluarga yang baik akan memiliki kecendrungan kepatuhan terhadap pembatasan cairan yang lebih baik
Peningkatan Derajat Kesehatan Siswa SD 11 Kesiman Denpasar melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Putu Ayu Parwati; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2020): JURNAL EMPATHY PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v1i2.28

Abstract

Background: PHBS at school age that is not good enough will cause various diseases such as diarrhea, toothache, skin pain and worms. Thus, to reduce the prevalence of these bad impacts, it is important to apply PHBS. Methods: The method used is the lecture method. The team conducted health education related to Clean and Healthy Lifestyle, brushing teeth together, and examining faeces for worms. Results: there were 6 students' worms found, there were 10 students who had not brushed their teeth at night, all students listened well to the material that the team conveyed. Conclusion: Problem solving that can be done is by providing knowledge, understanding through counseling about PHBS.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisis Ni Luh Gede Intan Saraswati; Ni Kadek Yuni Lestari; Kadek Aristiani Putri
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.374 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i5.6598

Abstract

ABSTRACT Chronic Kidney Disease (CKD) is a problem health in the global community with increasing prevalence and incidence. The incidence of CKD patients on hemodialysis is increasing in the world and in Indonesia. Hemodialysis therapy is able to maintain the patient's life, but it has a negative effect on sleep. Poor sleep quality in patients with CKD can have a negative effect on the health status and quality of life of patients. Patients on hemodialysis have more experience with stress. Increased levels of stress, anxiety, depression, and worries also with the emergence of sleep problems in patients with chronic disease. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality in chronic kidney disease patients on hemodialysis. This study used a descriptive correlation method with a cross-sectional design, using a purposive sampling technique with a sample of 47 people. The bivariate analysis test showed that p-value is 0.002 (α0.05), which means there is a relationship between stress levels and sleep quality in patients with chronic kidney disease on hemodialysis. Stress levels are related to sleep quality with a moderate correlation which indicates that one of the things that can affect sleep is the patient's stress level. Keywords: Stress level, sleep quality, hemodialysis ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik merupakan masalah kesehatan pada masyarakat global dengan prevalensi dan insiden yang meningkat. Insiden pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa rutin meningkat di dunia dan di Indonesia. Terapi hemodialysis mampu mempertahankan kehidupan penderita, namun disisi lain hemodialysis memberikan efek negative pada tidur. Kualitas tidur yang buruk pada pasien gagal ginjal kronis dapat berefek negatif pada status kesehatan dan kualitas hidup pasien. Pasien dengan hemodialisis cenderung mengalami stress. Peningkatan stres, kecemasan, depresi, dan rasa khawatir juga dihubungkan dengan munculnya masalah tidur pada pasien gagal ginjal kronis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stress terhadap kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan rancangan yang digunakan adalah rancangan cross-sectional, menggunakan teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel 47 orang. Analisis data yang dipergunakan adalah uji rank spearman.  Hasil uji analisis bivariate menunjukkan nilai p value 0.002 (α0.05) yang berarti ada hubungan antara tingkat stress dan kualitas tidur pada pasien gagal ginjal kronis dengan hemodialysis. Tingkat stres berhubungan dengan kualitas tidur dengan korelasi sedang yang menunjukkan bahwa salah satu hal yang dapat mempengaruhi tidur adalah tingkat stres yang dimiliki oleh pasien. Kata Kunci: Tingkat Stres, Kualitas Tidur, Hemodialisis
Hubungan Burnout Dengan Motivasi Kerja Perawat Pelaksana Ni Putu Raka Wirati; Ni Made Nopita Wati; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.513 KB) | DOI: 10.32584/jkmk.v3i1.468

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang senantiasa berada 24 jam bersama pasien. Hal ini  dapat menguras stamina dan emosi, serta menimbulkan tekanan yang mengakibatkan perawat mengalami kejenuhan kerja atau burnout. Burnout berdampak pada kehilangan minat terhadap pekerjaan dan motivasi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kualitas kerja dan kualitas hidup menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout perawat dengan motivasi kerja perawat pelaksana di RSUD Wangaya Denpasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dengan sampel perawat pelaksana yang berjumlah sebanyak 165 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja kuat sebanyak 95 orang (57,6%), sebagian besar perawat mengalami burnout sedang sebanyak 85 orang (51,5%) dan ada hubungan burnout dengan motivasi kerja perawat pelaksana (p=0,000). Nilai kekuatan korelasi 0,406 (kekuatan sedang) dan arah korelasi negatif yang artinya apabila tingkat burnout rendah maka motivasi kerja kuat. Disarankan kepada pihak Rumah Sakit memperhatikan tingkat burnout yang dirasakan oleh perawat untuk mencegah terjadinya penurunan motivasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diet Dengan Perilaku Diet Pasien Hipertensi: The Correlation Of Knowledge Levels About Diet With Hypertension Patient Diet Behavior I Dewa Nyoman Alit Yudi Pramana Putra; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Ni Kadek Yuni Lestari
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 1 No. 2 (2022): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Yayasan Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.169 KB) | DOI: 10.55887/nrpm.v1i2.12

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku, dimana pengetahuan terhadap diet hipertensi merupakan pertimbangan dalam menjalani diet yang dianjurkan oleh petugas kesehatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang diet dengan perilaku diet pasien hipertensi di Puskesmas Payangan Kabupaten Gianyar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 142 pasien hipertensi, dengan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan tentang diet terbanyak berada pada kategori kurang sebanyak 73 responden (51,40%). Perilaku diet pasien terdapat 67 responden (47,20%) berada pada kategori kurang. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p-value=0,000 <0,05 hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang diet dengan perilaku diet pasien hipertensi. Kesimpulan: Perbaikan perilaku kesehatan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan secara rutin diharapkan mampu mengubah pola perilaku yang baik mengenai manajemen hipertensi.
Pengaruh Yoga Pranayama terhadap Kualitas Hidup Penderita PPOK di Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar Ni Kadek Yuni Lestari; Ni Luh Gede Intan Saraswati
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i12.7924

Abstract

ABSTRACT COPD is one of the leading causes of death in addition to coronary heart disease, cerebrovascular disease and acute respiratory infections and is the third leading cause of death worldwide. The pathological impact caused is an increase in functional residual capacity, a decrease in arterial blood supply to the systemic circulation in the form of a decrease in oxygen saturation, shortness of breath, limited exercise capacity, decreased ability to perform daily activities, loss of productivity and decreased quality of life. The purpose of this study is to analyze the effect of pranayama yoga breathing exercises to the quality of life on the patients with COPD. This study uses the One Group Pre-Test-Posttest Design method. The sampling technique used is non-probability sampling with purposive sampling so that the number of respondents is 20 people. Yoga Pranayama is given 12 times with a duration of 15 minutes every day for 2 weeks.The results showed that the quality of life before being given pranayama yoga intervention was mostly low about 11 respondents (55%) and after the intervention, 10 respondents (50%) had moderate quality of life. The p-value is 0.000 (0.05), which means that there is a significant effect of giving pranayama yoga on the quality of life on the patients with COPD. Pranayama yoga breathing exercises can increase the positive influence in the mind to trigger a sense of relaxation, thereby influencing the sympathetic and parasympathetic nervous systems to send a sense of relaxation throughout the body through the endocrine glands, reducing symptoms of shortness of breath so that respondents can perform their daily activities better. This leads to an increase the quality of life on the patients with COPD. Keywords: Yoga Pranayama, Quality of Life, COPD  ABSTRAK PPOK merupakan salah satu penyebab kematian selain penyakit jantung koroner, penyakit serebrovaskuler dan infeksi akut saluran pernafasan dan menjadi penyebab ke-3 kematian diseluruh dunia. Dampak patologis yang ditimbulkan berupa peningkatan kapasitas residu fungsional, penurunan penyaluran darah arteri ke sirkulasi sistemik berupa penurunan saturasi oksigen, sesak napas, keterbatasan kapasitas latihan, menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, hilangnya produktivitas dan menurunnya kualitas hidup.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian latihan pernafasan yoga pranayama terhadap kualitas hidup pada pasien PPOK. Penelitian ini menggunakan metode One Group Pre-Test-Posttest Design. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan purposive sampling sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 20 orang. Yoga Pranayama diberikan sebanyak 12 kali dengan durasi 15 menit setiap hari selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup sebelum diberikan intervensi yoga pranayama mayoritas kualitas hidup rendah sebanyak 11 responden (55%) dan setelah intervensi sebanyak 10 responden (50%) memiliki kualitas hidup sedang. Nilai p-value sebesar 0,000 ( 0,05) yang berarti ada pengaruh significant pemberian yoga pranayama terhadap kualitas hidup pada pasien PPOK. Latihan pernafasan yoga pranayama dapat meningkatkan pengaruh positif dalam pikiran untuk memicu rasa rileks, sehingga mempengaruhi sistem saraf simpatik dan parasimpatik untuk mengirimkan rasa rileks ke seluruh tubuh melalui kelenjar endokrin, menurunkan gejala sesak sehingga responden bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih baik. Hal tersebut menyebabkan peningkatan kualitas hidup pasien. Kata Kunci: Yoga Pranayama, Kualitas Hidup, PPOK