JISABDA: Jurnal Ilmiah Sastra dan Bahasa Daerah, Serta Pengajarannya
Vol 6, No 2: Desember 2025

Makna Semiotik Makanan Tradisional Jawa Dalam Slametan Kematian 40 Hari di Desa Baran Dukuh Lor Kecamatan Ambarawa

Nugroho, Sri Prihatin (Unknown)
Sulanjari, Bambang (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini menggali makna semiotik makanan dalam tradisi slametan kematian di Jawa Tengah, Indonesia. Slametan 40 hari setelah meninggal merupakan momen yang kaya makna dan spiritualitas dalam budaya Jawa, mencerminkan pemahaman mendalam terhadap proses peralihan roh dan kebutuhan spiritual. Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan antara makanan, budaya, dan identitas dalam konteks tradisi slametan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dalam slametan tidak hanya memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga membawa nilai-nilai sosial, simbolik, dan historis yang memperkaya tradisi masyarakat Jawa. Makanan di dalam slametan menjadi media untuk memperkuat ikatan antar-anggota keluarga dan masyarakat, sambil mencerminkan keyakinan spiritual dalam peralihan kehidupan setelah kematian.Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana masyarakat Jawa memberikan makna dan simbol terhadap jenis-jenis makanan dalam tradisi slametan. Pemahaman ini dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian warisan budaya dan kearifan lokal, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang identitas kolektif, ritual, dan interaksi sosial dalam praktek makanan di masyarakat tersebut.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jisabda

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

Jisabda: Jurnal Ilmiah Sastra, Bahasa Daerah, dan Pengajarannya merupakan jurnal ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah berisi tulisan ilmiah tentang Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa serta ...