Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan melukis bayangan terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen melalui desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent-Groups Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian berjumlah 32 anak yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan melukis bayangan, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran seni konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen penilaian kemampuan motorik halus, kemudian dianalisis secara statistik untuk membandingkan hasil kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor kemampuan motorik halus pada kelompok eksperimen meningkat dari 10,5 menjadi 12,06, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 9,00 menjadi 11,18. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan melukis bayangan efektif dalam menstimulasi koordinasi mata dan tangan, ketepatan gerak, serta kontrol otot halus anak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan melukis bayangan berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini dan dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran seni visual yang bermakna.
Copyrights © 2026