Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sistem penilaian deskriptif dibandingkan dengan sistem penilaian angka/simbol terhadap tingkat kecemasan belajar dan kemampuan kolaborasi anak usia dini. Menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilakukan di dua lembaga: PAUD A yang secara konsisten menerapkan penilaian deskriptif, dan PAUD B yang secara administratif menggunakan deskripsi namun secara praktis masih menerapkan sistem peringkat (ranking) akibat tuntutan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap perilaku anak saat proses penilaian dan interaksi sosial di kelas, sedangkan wawancara dilakukan kepada guru terkait perubahan perilaku anak dan orang tua dari PAUD A sejumlah 7 orang dan PAUD B sejumlah 9 orang mengenai Tingkat lecemasan anak di rumah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan perkembangan psikologis anak di kedua lembaga. Anak di PAUD B menunjukkan gejala kecemasan belajar, seperti takut salah, kurang percaya diri, dan ketergantungan pada validasi eksternal akibat beban hierarki sistem peringkat. Sebaliknya, anak di PAUD A lebih fokus pada proses eksplorasi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan menunjukkan kemampuan kolaborasi yang kuat karena tidak merasa sedang berkompetisi. Penelitian ini menjadi Gambaran bahwa penilaian deskriptif lebih cocok untuk anak usia dini di dalam mengembangkan berbagai potensi yang terdapat di dalam dirinya.
Copyrights © 2026