Produktivitas ternak ruminansia di Desa Glundengan seringkali terkendala oleh fluktuasi ketersediaan hijauan pakan, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Kondisi ini memaksa peternak bergantung pada pakan komersial yang mahal atau rumput lapangan dengan kualitas nutrisi rendah, sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi dan penurunan performa ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ternak melalui penerapan teknologi silase berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam tahapan sosialisasi, penyuluhan, serta pelatihan teknis pembuatan silase menggunakan limbah pertanian lokal berupa tebon jagung dan jerami. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra yang signifikan sebesar 80% mengenai teknologi fermentasi pakan. Produk silase yang dihasilkan memenuhi standar kualitas fisik yang baik, ditandai dengan warna hijau kekuningan, aroma asam segar, tekstur padat, tidak berjamur, serta memiliki pH ideal 3,8–4,2. Implementasi teknologi ini terbukti efektif menjamin ketersediaan cadangan pakan sepanjang tahun dan mampu menekan biaya operasional pakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025