Limbah minyak jelantah merupakan salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan apabila dibuang atau digunakan secara sembarangan. Untuk mengatasi permasalahan ini sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah, dilakukan inovasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku lilin aromaterapi berlapis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lilin aromaterapi yang estetis dan fungsional dari minyak jelantah yang telah dijernihkan menggunakan bleaching earth. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan eksperimen dan pelatihan kepada 10 orang ibu rumah tangga di Kampung Cibolang, Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi. Proses penjernihan dengan bleaching earth terbukti efektif mengurangi kotoran, bau tengik, dan pigmen dari minyak bekas, ditunjukkan oleh perubahan warna dari coklat pekat menjadi kuning cerah. Minyak yang telah dimurnikan kemudian dicampur dengan parafin (perbandingan 1:2) dan diberi pewarna serta aroma esensial (vanila, lemon, dan pandan) untuk menghasilkan lilin berlapis tiga. Hasil menunjukkan lilin yang dihasilkan memiliki tampilan visual menarik, daya nyala stabil lebih dari 60 menit, tidak berasap, dan menghasilkan aroma relaksasi bertahap sesuai desain. Uji sederhana pada masyarakat menunjukkan respon positif baik dari sisi aroma, estetika, maupun potensi usaha. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha rumahan ramah lingkungan serta mendukung pencapaian SDGs.
Copyrights © 2026