Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya ketergantungan anak usia dini terhadap teknologi digital di era modern yang tanpa disadari berdampak pada penurunan aktivitas fisik, kesehatan mental, serta kualitas interaksi sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kesehatan mental anak usia dini di tengah pengaruh penggunaan teknologi digital yang semakin tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di TK Diponegoro, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas tiga kategori gutu TK, Orangtua dan Anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap perilaku anak, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi catatan perkembangan anak. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam aktivitas fisik yang rutin dan menyenangkan berdampak positif terhadap kondisi emosional, perilaku sosial, serta kemampuan adaptasi anak di lingkungan belajar. Anak-anak yang aktif secara fisik menunjukkan perilaku yang lebih ceria, mudah berinteraksi, serta memiliki kontrol emosi yang lebih stabil. Sebaliknya, anak-anak yang lebih sering menggunakan perangkat digital secara pasif cenderung menunjukkan gejala kecemasan, sulit fokus, dan kurang percaya diri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental anak usia dini. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari guru dan orang tua dalam menciptakan pola pembelajaran dan pengasuhan yang seimbang antara aktivitas fisik dan penggunaan teknologi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan program pembelajaran yang berorientasi pada kesejahteraan fisik dan mental anak usia dini secara holistik.
Copyrights © 2025