Case-based learning is a method used to encourage students to tackle and solve real-world problems that often occur in the workplace, through case simulations or discussions. This method is expected to develop students' analytical skills and decision-making abilities, particularly in higher education contexts such as in the D3 Nursing program. This study aims to evaluate the effectiveness of the case-based learning program in the D3 Nursing education using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The evaluation examines how this program can improve students' ability to analyze and solve clinical problems, as well as prepare them to meet the Nursing Competency Standards (STR) and face the competency test, which is a primary requirement for working as a nurse. The findings show that case-based learning successfully enhances students' clinical decision-making skills. However, the quality of teaching and the management of case discussions still need improvement, particularly in increasing student engagement during discussions. This study recommends strengthening the process aspect, providing faculty training, and implementing continuous evaluation to ensure the learning program aligns with the demands of the workforce.. ABSTRAK Pembelajaran berbasis kasus adalah metode yang digunakan untuk mendorong mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah nyata yang sering terjadi di dunia kerja, melalui simulasi atau diskusi kasus. Metode ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan analitis dan pengambilan keputusan mahasiswa, terutama dalam konteks pendidikan tinggi, seperti di program D3 Keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program pembelajaran berbasis kasus dalam pendidikan D3 Keperawatan dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Evaluasi ini mengkaji bagaimana program tersebut dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memecahkan masalah klinis, serta mempersiapkan mereka untuk memenuhi Standar Kompetensi Keperawatan (STR) dan menghadapi uji kompetensi yang menjadi persyaratan utama untuk bekerja sebagai perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kasus berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengambilan keputusan klinis. Meskipun demikian, kualitas pengajaran dan pengelolaan diskusi berbasis kasus masih memerlukan perbaikan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam diskusi. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan aspek proses, pelatihan dosen, serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian pembelajaran dengan tuntutan dunia kerja.
Copyrights © 2026