Penelitian ini dilaksanakan pada UMKM Bakso Civia di Kota Gorontalo yang mengalami permasalahan utama berupa ketidakkonsistenan bentuk dan ukuran produk bakso, yang berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu produk dengan menggunakan tiga alat bantu dari metode Seven Tools, yaitu lembar periksa (checksheet), histogram, dan diagram tulang ikan (fishbone diagram). Berdasarkan data dari total produksi sebanyak 5.950 unit bakso, ditemukan sebanyak 736 unit (12,4%) merupakan produk cacat. Jenis kecacatan tertinggi adalah ukuran tidak konsisten sebanyak 323 unit (43,9%), diikuti oleh bentuk gepeng sebanyak 231 unit (31,4%), dan tidak bulat sempurna sebanyak 182 unit (24,7%). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab utama kecacatan produk berasal dari aspek manusia, metode kerja yang belum terstandarisasi, serta ketidakteraturan dalam penggunaan bahan baku.
Copyrights © 2025