Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan ekspresi deiksis dalam teks pidato Hari Sumpah Pemuda yang disampaikan oleh kepala sekolah dalam konteks seremoni akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Sumber data penelitian adalah teks pidato resmi peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan dibacakan pada upacara di lingkungan sekolah. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan mengidentifikasi kalimat dan klausa yang mengandung ekspresi deiksis. Analisis data dilakukan berdasarkan kerangka pragmatik untuk mengklasifikasikan dan menjelaskan fungsi deiksis yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis deiksis yang dominan, yaitu deiksis persona, deiksis temporal, dan deiksis spasial. Deiksis persona berfungsi membangun solidaritas dan identitas kolektif antara penutur dan audiens, deiksis temporal menghubungkan peristiwa masa lalu, kondisi masa kini, dan harapan masa depan, sedangkan deiksis spasial membangun ruang kebangsaan secara literal dan simbolik. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa deiksis tidak hanya berfungsi sebagai unsur kebahasaan, tetapi juga sebagai strategi pragmatik dalam menyampaikan nilai-nilai nasional dalam pidato seremoni di konteks pendidikan.
Copyrights © 2026